Tampilkan postingan dengan label WA Salafy Lintas Negara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WA Salafy Lintas Negara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Oktober 2015

BEBERAPA FAIDAH DARI ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALIH AL-'UTSAIMIN DALAM SYARH AL-'AQIDAH AL-WASHITHIYYAH

📒📚 Rubrik: Aqidah

📬 فوائد من شرح الشيخ العلامة ابن عثيمين رحمه الله للعقيدة الواسطية
=================
   
=================
🌿 قال الشيخ رحمه الله

📌 ﻗﻮﻟﻪ: "ﻟﻴﻈﻬﺮﻩ ﻋﻠﻰ اﻟﺪﻳﻦ ﻛﻠﻪ": ﻭﻣﻌﻨﻰ "ﻟﻴﻈﻬﺮﻩ"، ﺃﻱ: ﻳﻌﻠﻴﻪ،
 ﻷﻥ اﻟﻈﻬﻮﺭ ﺑﻤﻌﻨﻰ اﻟﻌﻠﻮ، ﻭﻣﻨﻪ: ﻇﻬﺮ اﻟﺪاﺑﺔ ﺃﻋﻼﻫﺎ ﻭﻣﻨﻪ: ﻇﻬﺮ اﻷﺭﺽ ﺳﻄﺤﻬﺎ، ﻛﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﻭﻟﻮ ﻳﺆاﺧﺬ اﻟﻠﻪ اﻟﻨﺎﺱ ﺑﻤﺎ ﻛﺴﺒﻮا ﻣﺎ ﺗﺮﻙ ﻋﻠﻰ ﻇﻬﺮﻫﺎ ﻣﻦ ﺩاﺑﺔ}

[ ﻓﺎﻃﺮ: 45]


ﻭاﻟﻬﺎء ﻓﻲ "ﻳﻈﻬﺮﻩ" ﻫﻞ ﻫﻮ ﻋﺎﺋﺪ ﻋﻠﻰ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺃﻭ ﻋﻠﻰ اﻟﺪﻳﻦ؟


ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻋﺎﺋﺪا ﻋﻠﻰ "ﺩﻳﻦ اﻟﺤﻖ"، ﻓﻜﻞ ﻣﻦ ﻗﺎﺗﻞ ﻟﺪﻳﻦ اﻟﺤﻖ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﻫﻮ اﻟﻌﺎﻟﻲ. ﻷﻥ اﻟﻠﻪ ﻳﻘﻮﻝ: "ﻟﻴﻈﻬﺮﻩ"، ﻳﻈﻬﺮ ﻫﺬا اﻟﺪﻳﻦ ﻋﻠﻰ اﻟﺪﻳﻦ ﻛﻠﻪ، ﻭﻋﻠﻰ ﻣﺎﻻ ﺩﻳﻦ ﻟﻪ ﻓﻴﻈﻬﺮﻩ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺃﻭﻟﻰ، ﻷﻦ ﻻ ﻳﺪﻳﻦ ﺃﺧﺒﺚ ﻣﻤﻦ ﻳﺪﻳﻦ ﺑﺒﺎﻃﻞ،

ﻓﺈﺫا: ﻛﻞ اﻷﺩﻳﺎﻥ اﻟﺘﻲ ﻳﺰﻋﻢ ﺃﻫﻠﻬﺎ ﺃﻧﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﺣﻖ ﺳﻴﻜﻮﻥ ﺩﻳﻦ اﻹﺳﻼﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﻇﺎﻫﺮا، ﻭﻣﻦ ﺳﻮاﻫﻢ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ ﺃﻭﻟﻰ


ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻋﺎﺋﺪا ﺇﻟﻰ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻟﺴﻼﻡ، ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻳﻈﻬﺮ اﻟﻠﻪ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻷﻥ ﻣﻌﻪ ﺩﻳﻦ اﻟﺤﻖ.


ﻭﻋﻠﻰ ﻛﻼ اﻟﺘﻘﺪﻳﺮﻳﻦ، ﻓﺈﻥ ﻣﻦ ﺗﻤﺴﻚ ﺑﻬﺬا اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺤﻖ، ﻓﻬﻮ اﻟﻈﺎﻫﺮ اﻟﻌﺎﻟﻲ، ﻭﻣﻦ اﺑﺘﻐﻰ اﻟﻌﺰﺓ ﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ، ﻓﻘﺪ اﺑﺘﻐﻰ اﻟﺬﻝ، ﻷﻧﻪ ﻻ ﻇﻬﻮﺭ ﻭﻻ ﻋﺰﺓ ﻭﻻ ﻛﺮاﻣﺔ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﺪﻳﻦ اﻟﺤﻖ،

 ﻭﻟﻬﺬا ﺃﻧﺎ ﺃﺩﻋﻮﻛﻢ ﻣﻌﺸﺮ اﻹﺧﻮﺓ ﺇﻟﻰ اﻟﺘﻤﺴﻚ ﺑﺪﻳﻦ اﻟﻠﻪ ﻇﺎﻫﺮا ﻭ ﺑﺎﻃﻨﺎ ﻓﻲ اﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭاﻟﺴﻠﻮﻙ ﻭاﻷﺧﻼﻕ، ﻭﻓﻲ اﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻴﻪ، ﺣﺘﻰ ﺗﻘﻮﻡ اﻟﻤﻠﺔ ﻭﺗﺴﺘﻘﻴﻢ اﻷﻣﺔ

📓 المصدر ، شرح العقيدة الواسطية ( 1 / صفحة 40 )

BEBERAPA FAIDAH DARI ASY-SYAIKH MUHAMMAD BIN SHALIH AL-'UTSAIMIN DALAM SYARH AL-'AQIDAH AL-WASHITHIYYAH


Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan:

Firman Allah:

ليظهره على الدين كله

“Agar menampakkannya (agama Islam) di atas agama-agama selainnya”

Makna “menampakkannya” adalah menjadikannya tinggi. Karena kata "ad-dhuhur" (tampak) bermakna "al-‘uluw" (tinggi).

Sebagai contoh:
- Tunggangan itu terlihat/tampak bagian atasnya (punggungnya).
- Bumi ini terlihat/tampak permukaannya.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

ولو يؤاخذ الله الناس بما كسبوا ما ترك على ظهرها من دابة

“Dan kalau sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu makhluk melata pun di muka bumi ini”. (QS. Fathir: 45)

Dan huruf "ha" (dhamir “hu”) pada kata “يظهره” apakah kembali (sebagai kata ganti) kepada "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam" ataukah kepada "agama"?

Jika dhamir (kata ganti) tersebut kembali kepada “agama yang benar”, maka setiap orang yang berperang demi membela agama yang benar ini akan menjadi orang yang memiliki kedudukan tinggi.

Karena Allah berfirman “agar menampakkannya”, menampakkan agama ini di atas agama-agama selainnya, terlebih lagi di atas yang tidak beragama, karena seseorang yang tidak memiliki agama keadaannya lebih buruk dari pada orang yang beragama dengan agama yang bathil.

Oleh karena itu, agama-agama (selain Islam) yang diklaim oleh pemeluknya sebagai agama yang benar, maka agama Islam akan lebih tinggi dari padanya, terlebih lagi dari selain mereka (yang tidak memiliki agama, pent.).

Jika dhamir (kata ganti) tersebut kembali kepada "Rasulullah ‘alaihis shallatu was sallam", maka sungguh Allah akan mengangkat kedudukan Rasul-Nya karena beliaulah yang membawa agama yang benar.

Maka dengan dua pemaknaan tersebut, barangsiapa yang berpegang teguh dengan agama yang benar ini (Islam), maka dialah yang tampak dan tinggi kedudukannya. Dan barangsiapa yang mencari kemuliaan pada selainnya, maka hakikatnya dia mencari kehinaan, karena tidak ada kemenangan, kemuliaan, dan kehormatan kecuali dengan agama yang benar ini (Islam).

Oleh karena itu saya mengajak kepada segenap saudaraku sekalian untuk berpegang teguh dengan agama Allah secara dhahir maupun bathin, dalam ibadah, pergaulan, akhlak, dan di dalam berdakwah kepadanya, hingga agama ini tegak dan ummatnya kokoh di atasnya.

Sumber: Syarh Al-‘Aqidah Al-Washithiyyah (I/hal.40).

Alih Bahasa: Team Gores Pena SLN
(Artikel ini telah dikoreksi oleh Asatidzah di Group SLN 1)

🌍 WA Salafy Lintas Negara ✈

Kisah-Kisah

📒📚Rubrik: Kisah-Kisah

Asy-Syaikh Usamah Al-‘Amri mengisahkan:

Aku teringat sebuah kejadian yang terjadi kurang lebih 10 tahun yang lalu. Ketika itu aku sedang berada di sisi Syaikh kami Rabi’ hafizhahullah, hadir juga ketika itu ‘Ali Hasan Al-Halabi dan Al-Hilali, saat itu Asy-Syaikh Rabi’ sedang menasehati keduanya.

Ketika itu ‘Ali Al-Halabi menukilkan atsar shahabat ‘Umar radhiyallahu ‘anhu kepada beliau:

لا تظن بكلمة خرجت من أخيك المؤمن شرًّا، وأنت تجد لها في الخير محملاً

“Janganlah engkau berperasangka buruk terhadap apa yang diucapkan oleh saudaramu yang mukmin, padahal engkau dapati pada ucapan tersebut masih ada kemungkinan baiknya”.

Maka Asy-Syaikh Rabi' mengatakan kepadanya: Justru aku bantah ucapanmu tersebut dengan atsar yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari shahabat ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

من أظهر لنا خيرًا أمنّاه وقرّبناه وليس إلينا من سريرته شيء، الله يحاسبه. ومن أظهر لنا سوءًا لم نأمنه ولم نصدقه وإن قال إن سريرته حسنة

“Barangsiapa yang menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami akan percaya dengannya dan mendekatkannya, bukanlah urusan kami untuk mengetahui isi hatinya, Allah-lah yang akan menghisabnya(memperhitungkannya-red). Barangsiapa yang menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak akan mempercayainya dan tidak membenarkannya, meskipun dia mengaku bahwa isi hatinya baik”.

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Usamah Al-‘Amri dalam (Majmu’ah Al-Majlis Al-Atsari Asy-Syami)
lalu beliau memberikan komentar: Ini adalah sebuah jawaban yang bagus yang membuat lawan diam tak berkutik.

Alih Bahasa: Team Gores Pena SLN
(artikel ini telah dikoreksi oleh Asatidzah di Group SLN 1)

🌍 WA Salafy Lintas Negara ✈

Teks arabnya

قال الشيخ أسامة العمري - حفظه الله تعالى - :

أذكر قديما قبل مايقارب عشر سنوات كنت عند شيخنا ربيع ، و موجود علي بن حسن الحلبي و الهلالي .
و كان شيخنا ربيع ينصحمها ، و كان علي يقول للشيخ أثر عمر -رضي الله عنه- :
 "لا تظن بكلمة خرجت من أخيك المؤمن شرًّا ، و أنت تجد لها في الخير محملاً ".

فقال له شيخنا بل أحاجك بالذي عند البخاري عن عمر :
 ‏قال عمر رضي الله عنه :
من أظهر لنا خيرا أمنّاه وقرّبناه وليس إلينا من سريرته شيء، الله يحاسبه ومن أظهر لنا سوءا لم نأمنه ولم نصدقه وإن قال إن سريرته حسنة.

كتبه :
الشيخ أسامة العمري في (مجموعة المجلس الأثري الشامي) على الواتس اب
و أضاف - حفظه الله تعالى - معلقا :
" و كان هذا من جميل الاجوبة المسكتة "

⏪ منقول⁠⁠⁠⁠

PERBEDAAN ANTARA RASUL DAN NABI

📒📚 Rubrik : Siroh

PERBEDAAN ANTARA RASUL DAN NABI


  إذا كان هناك فرق بين النبي والرسول، فمن هو أول رسول بُعث ؟ وما هو الفرق بين النبي والرسول؟
المشهور عند العلماء أن النبي هو الذي يوحى إليه بشرع لكن لا يؤمر بتبليغه، بل هو وحي لنفسه ، يعني أمر بنفسه بالعمل، فهذا يقال له نبي فإذا أمر بالتبليغ للناس ، هذا يقال له رسول ، نبي رسول. وقال آخرون من أهل العلم إن النبي هو الذي يكون مبعوثاً بشريعةٍ سبقه إليها نبي قبله ، كالأنبياء بعد موسى للذين يحكمون بالتوراة فالذين سبقوه هؤلاء أنبياء ورسل أما الرسول المستقل كموسى ونوح وهود هؤلاء يقال لهم رسل وهم أنبياء أيضاً وبكل حال فالأمر في هذا واسع والأقرب أن الرسول يسمى نبي والنبي يسمى رسول ولهذا قال جل وعلا: وما أرسلنا من قبلك من رسول ولا نبي إلا إذا تمنى ألقى الشيطان في أمنيته، فالنبي يسمى رسولاً لأنه أوحي إليه بشرع وإن كان نفسه، وإذا أمر بالتبليغ صار رسولاً لنفسه ولغيره، فالأمر في هذا واسع. سماحة الشيخ في ختام هذا اللقاء...

موقع الشيخ عبدالعزيز بن باز - الفرق بين النبي والرسول - [# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat! http://www.binbaz.org.sa/node/10328

Jika di sana terdapat perbedaan antara nabi dan rasul, maka siapa rasul yg pertama diutus? Dan apakah perbedaan nabi dan rasul?

Yang masyhur di sisi para ulama bahwasannya nabi adalah seseorang yg diwahyukan kepadanya syariat akan tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Bahkan wahyu tersebut hanya untuk dirinya, yakni memerintah dirinya dgn amal. Maka yang demikian ini dikatakan/disebut sebagai nabi.

Jika ia diperintah untuk menyampaikan kepada manusia, maka ini dikatakan/disebut sebagai rasul, nabi dan rasul.

Para ulama yang lain berpendapat bahwa sesungguhnya nabi adalah seseorang yang diutus dengan suatu syariat di mana telah ada nabi sebelumnya (yang diutus dengan syariat yang sama). Seperti para nabi setelah Nabi Musa yang juga berhukum dengan Taurat. Maka yang mendahuluinya itu adalah nabi-nabi dan rasul-rasul.

Adapun rasul yang bersendirian seperti Nabi Musa, Nabi Nuh, dan Nabi Hud, mereka disebut sebagai rasul dan sekaligus mereka adalah nabi-nabi.

Dan dalam semua keadaan di atas, permasalahan ini adalah permasalahan yang luas. Dan yang lebih dekat adalah bahwa seorang rasul dinamakan nabi dan seorang nabi juga dinamakan rasul. Yang karena inilah Allah Jalla wa 'Ala berfirman, "Dan tidaklah Kami utus sebelummu seorang rasul dan tidak pula seorang nabi, kecuali.."

Maka seorang nabi dinamakan juga sebagai rasul karena diwahyukan kepadanya sebuah syariat, sekalipun untuk dirinya. Dan jika ia diperintah untuk menyampaikannya kepada manusia maka jadilah ia seorang rasul bagi dirinya dan bagi orang lain. Dan permasalahan ini adalah permasalahan yang luas (sebagaimana disebutkan sebelumnya)..

Alih bahasa : Team Gores Pena SLN

🌍 WA Salafy Lintas Negara ✈

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

📒📚 Rubrik : Manhaj

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

“Mutiara Pesan Asy-Syaikh Rabi’”

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tentang apakah perbedaan antara seorang yang lemah kesalafiyahannya dengan seorang yang lembek manhajnya?

Beliau -barakallahu fihi- menjawab:

Seorang yang lemah kesalafiyahannya adalah seorang yang pada dasar prinsipnya adalah salafiyyah. Prinsipnya sama dengan prinsip kita bahwa firqah ikhwaniyyah, firqah tablighiyyah dan firqah-firqah lainnya adalah firqah yang sesat, yang berhak mendapatkan hajr (pemboikotan), dia membenci mereka, akan tetapi dia lemah dalam bersikap.

Sebagai contoh dia berjabat tangan dan memberi salam kepada seorang ikhwany dengan keyakinannya bahwa mereka di atas kesesatan. Akan tetapi dia melakukan hal tersebut kepadanya karena adanya suatu hubungan tertentu, hubungan pertemanan, hubungan bisnis, karena perasaan malu (tidak enak), atau karena adanya sebuah mashlahat yang dia sangka baik padahal sebenarnya adalah buruk. Maka dikatakan bahwa orang tersebut lemah dalam bersikap.

Adapun orang yang lembek manhajnya adalah seorang yang dasar prinsipnya rusak dan dia menampakkan dirinya dengan pakaian salafiyyah, sementara dia meyakini bahwa manhaj ahlus sunnah adalah luas, mencakup di dalamnya ikhwaniyyah, tablighiyyah dan yang lainnya dan meyakini bahwa mereka termasuk ahlus sunnah. Dia juga berupaya menetapkan dan mempromosikan (prinsipnya tersebut) di tengah-tengah salafiyyin/ahlus sunnah dengan penetapan dan kaidah-kaidah yang bathil. Dia ingin menghancurkan pagar pembatas antara ahlus sunnah dan ahlul bid'ah, menghancurkan prinsip al-bara` (berlepas diri dari kebid’ahan dan pelakunya, pent.) dari ahlul bid'ah dengan kaidah-kaidah yang rusak. Dia ingin menetapkan secara berbeda manhaj al-wala` wal bara`, serta berupaya untuk menampakkan diri dengan kesalafiyahan.

Seperti 'Adnan ‘Ar-ur dan Al-Ma`riby, mereka merusak para pemuda salafi dengan cara menetapkan kaidah-kaidah yang rusak yang melenyapkan manhaj al-wala` wal bara`.

Maka perbedaan (di antara keduanya) sangat jelas barakallahu fiikum.

---
Pertanyaan ini diajukan kepada beliau pada pertengahan bulan Rabi'uts Tsani 1425 H.

Sumber artikel: Situs Sahab As-Salafiyyah.

Alih Bahasa : Al- Akh Umar Ubadah

🌎 Salafy Lintas Negara ✈

Teks arab

#الفـرق بين السلفي الضعيف و المـميع#
من درر ربيع السنَّة
الشيخ العلامة الوالد أبو محمد ربيع بن هادي المدخلي
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على خاتم النبيين وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان إلي يوم الدين..
 فهذا سؤال وجه للشيخ ربيع حفظه الله عن ما هو الفرق بين السلفي الضعيف و المميع؟
فقال بارك الله فيه : السلفي الضعيف من كانت أصولهُ سلفية فهو معنا على أن الإخوان و التبليغ و غيرهم من الفِرَق أنهم فِرَقٌ ضالةٌ، و أنَّهم يستحقون الهجر، و أنَّه يُبغضهم ، و لكنه يضعف في موقف، فمثلاً يصافح و يسلّم على إخواني مع اعتقاده أنَّهم على ضلال ، و لكنه فعل ذلك مع هذا الشخص لعلاقة أو صداقة أو معاملة تجارة أو خجل أو مصلحة ظنها صالحة و هي فاسدة، فهذا يقال أنَّه ضعف في هذا الموقف، أمَّا المُميّع فهو الذي أصوله فاسدةٌ أصلاً و يلبس ثوب السلفية و يتظاهر بذلك ،و هو يعتقد أن منهج أهل السَّنة و اسعٌ يسع حتى الإخوان و التبليغ و غيرهم و أنهم من أهل السّنة، و يسعى في تقرير ذلك بين السلفيين بتأصيلات و قواعد باطلة ، فهو يريد أن يهدم السور الواقي بين السلفيين و أهل البدع ، أن يهدم البراء من أهل البدع بقواعد فاسدة، يريد أن يقضي على التمايز على منهج الولاء و البراء و يستغل كونه يتظاهر بالسلفية ، مثل عدنان عرور و مثل المآربي فهؤلاء يعيثوا في الشباب السلفي فساداً بتأصيل قواعد فاسدة تُميتُ منهج الولاء و البراء ، فالفرق واضح بارك الله فيكم.

تاريخ السؤال منتصف ربيع الثاني عام 1425 هـ
  المصدر شبكة سحاب السلفية

مــا هو الفـرق بين السلفي الضعيف و المـميع.من درر ربيع السنَّة - المنبر الإسلامي - شبكة سحاب السلفية - [# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat! http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=128231

AKIBAT MENINGGALKAN ILMU DAN ULAMA

Admin SLN: 💎🔶 Rubrik:  Mutiara Salaf

AKIBAT MENINGGALKAN ILMU DAN ULAMA

Dari Al-Imam Muhammad bin Sirin -rahimahullah- beliau berkata:

"Sesungguhnya apabila suatu kaum tidak lagi menuntut ilmu dan bermajelis bersama para ulama, mereka hanya disibukkan dengan melaksanakan shalat dan puasa, sampai badan  mereka kurus kering.

Kemudian mereka menyelisihi sunnah maka niscaya mereka akan menumpahkan darah kaum muslimin..

Demi Dzat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, tidaklah seorang melakukan suatu amalan diatas kebodohan, niscaya dia lebih banyak mendatangkan kerusakan dari pada melakukan perbaikan.."

Al-Istidzkar libni 'Abdil Barr (8/616)

Alih Bahasa:
Al-Akh Umar Ubadah
(Artikel diatas telah dikoreksi Asatidzah di group SLN 1)

🌎 Salafy Lintas Negara ✈


Teks Arab

 عن محمد بن سيرين رحمه الله قال:

إن قوماً تركوا طلب العلم ومجالسة العلماء ، وأخذوا في الصلاة والصيام حتى يبس جلد أحدهم على عظمه ، ثم خالفوا السنة فهلكوا ، وسفكوا دماء المسلمين ، فوالذي لا إله غيره ، ما عمل أحد عملاً على جهل إلا كان يفسد أكثر مما يصلح.


📔الاستذكار لابن عبدالبر 616/8
منقول.

Kajian Kitab Ushulul Iman "Muqoddimah"

📝📜Rubrik : Kajian Kitab

Pemateri:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah

Kitab: Ushulul Iman

Karya:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy
------------------------------------

MUQODDIMAH/PENDAHULUAN:

بسم الله الر حمن الرحيم

و به نستعين

Faidah dari Muqoddimah/Pendahuluan:

1. Penulis kitab ini adalah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy rahimahullah.

Sudah banyak dijelaskan tentang kefaqihan dan kesungguhan beliau dalam mendakwahkan ilmu ini, yaitu akidah dan tauhid.

2. Salah satu metode beliau dalam berdakwah adalah mengirim risalah atau surat dengan cakupan ilmu yang luas kepada para penguasa di sekitarnya yang ditulis dengan adab dan akhlak karimah.

3. Betapa pentingnya bagi kita untuk memberikan perhatian yang besar dalam masalah aqidah, khususnya pada zaman ini, karena begitu banyak penyimpangan yang terjadi dalam masalah ini.

4. Mempejari aqidah yang benar merupakan salah satu penyebab seseorang mendapatkan pertolongan Allah (nashrullah).

5. Bersungguh-sungguh dalam mempelajari kitab-kitab aqidah dapat menjadi sarana untuk menambah keimanan. Karena hal ini terkait dengan pokok-pokok keimanan sehingga melahirkan amalan shalih.

6. Pentingnya mempelajari aqidah dari para ulama ahlus sunnah wal jama'ah.

7. Asy-Syaikh memulainya dengan 'basmalah'.
( بسم الله الر حمن الرحيم )

Yang mana hal ini merupakan kebiasaan para ulama salaf dalam menulis sebuah kitab karena  padanya terdapat beberapa faidah.

Pertama, hal ini mengikuti penulisan Al-Qur'an di mana awal dari penulisan Al-Qur'an adalah dengan 'basmalah'. Dan setiap awal surat dalam Al-Qur'an diawali dengan 'basmalah' kecuali satu surat saja yaitu surat At-Taubah.

Kedua, mengikuti Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ketiga, mencocoki para nabi sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

8. Asy-Syaikh menyebutkan:
( وبه نستعين )
Ini merupakan sebuah contoh ketawadhu'an. Beliau menyadari bahwa beliau adalah makhluk yang memiliki banyak kekurangan sehingga sangat butuh terhadap pertolongan Allah terutama dalam penulisan kitab ini.

9. Dalam kitab 'USHULUL IMAN' ini terkandung dasar-dasar keimanan dalam perkara-perkara penting pada masalah keimanan.

10. Jika terjadi kesalahan dalam pondasi maka pemahaman selanjutnya akan salah.

11. Iman di sisi ahlus sunnah adalah keyakinan dengan hati, diucapkan dengan lisan, kemudian diamalkan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

12. Keimanan mempunyai cabang dan ranting berdasarkan hadits:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Iman itu memiliki 63-69 cabang atau (pada riwayat lain) 73-79 cabang. Yang paling utama adalah kalimat 'Laa ilaaha illallaah'. Dan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan duri dari jalan. Dan malu juga merupakan salah satu cabang iman.” (Ash-habus Sittah).

Hadist ini merupakan bantahan terhadap kelompok yang mengingkari adanya pokok iman dan cabangnya, seperti kelompok 'Al-Haddadiyyah.'

13. Mengenal Allah harus dengan apa yang Allah kabarkan tentang diri-Nya di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, bukan dari yang lainnya. Dan kandungannya datang dari Allah dan Rasul-Nya.

Pentranskrip:
Team Gores Pena SLN
(Artikel diatas telah dikoreksi Asatidzah di group SLN 1)

🌎 Salafy Lintas Negara ✈


🔉💿 Download Audio

MENGOLOK-OLOK ORANG YANG MEMELIHARA JENGGOT

 📖📒 Rubrik : Fatawa

MENGOLOK-OLOK ORANG YANG MEMELIHARA JENGGOT

Fatwa nomor 5044

PERTANYAAN:

Bagaimana hukum syari'at terkait dengan orang yang mengolok-olok salah satu sunnah nabi kita Muhammad - صلى الله عليه وسلم seperti mengolok-olok jenggot atau orang yang memelihara jenggot. Dia memanggil orang yang berjenggot dengan panggilan "wahai jenggot" untuk tujuan mengolok-olok.

Maka dari kebaikan dan kemurahan hati anda kami mengharapkan penjelasan tentang hukum orang yang mengucapkan olok-olokan tersebut.

JAWABAN:
Mengolok-olok jenggot merupakan kemungkaran yang sangat besar. Jika maksud orang yang mengucapkannya tersebut dalam rangka mengejek maka hal tersebut merupakan kekufuran. Dan jika dia memaksudkannya dalam rangka sebagai ta'rif (ciri atau tanda seseorang) maka tidak termasuk kekufuran. Dan dia tidak pantas memanggilnya dengan panggilan demikian. Sebagaimana yang Allah firmankan [yang maknanya] :

"..... Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman...."
(At Taubah: 65-66)

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa

Ketua:
Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz

Wakil:
Abdurrozzaq Afify

Anggota:
Abdullah bin Ghudayyan
Abdullah bin Qu'ud
 ------------------------------------------------------

فتوى رقم (5044) :

س: ما حكم الشرع فيمن استهزأ بسنة من سنن نبينا محمد صلى الله عليه وسلم كمن يستهزئ باللحية أو بصاحبها؛ لكونه ذا لحية فيناديه استهزاء: (يا دقن) فنرجو من فضيلتكم التكرم ببيان حكم قائلها.

ج: الاستهزاء باللحية منكر عظيم، فإن قصد القائل بقوله: (يا دقن) السخرية فذلك كفر، وإن قصد التعريف فليس بكفر، ولا ينبغي له أن يدعوه بذلك؛ لقول الله عز وجل:

{قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ} (1) {لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ} (2) الآية.

وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
عضو ... عضو ... نائب رئيس اللجنة ... الرئيس
عبد الله بن قعود ... عبد الله بن غديان ... عبد الرزاق عفيفي ... عبد العزيز بن عبد الله بن باز


http://shamela.ws/browse.php/book-8381/page-1414#page-1102

Kontributor:
Al ustadz Abu Dawud Al Pasimy
(Naskah ini telah dikoreksi oleh Asatidzah di group SLN 1)

🌎 Salafy Lintas Negara ✈

APAKAH PERBEDAAN ANTARA IMAN DAN AQIDAH?

📚📒Rubrik : Aqidah

APAKAH PERBEDAAN ANTARA IMAN DAN AQIDAH?

Oleh: As-syaikh Yaasin al-Adeny

Apakah perbedaan antara iman dan aqidah?

JAWAB :
Syaikh al-Albany rahmatullah 'alahi,ketika ditanya permasalahan ini menjawab bahwa tidak ada perbedaan antara iman dan aqidah. Hal ini termasuk ke dalam kumpulan faidah dari syaikh al-Albany.

Kemudian beliau berkata seraya menyebutkan dua faidah, yaitu bahwa as-sunah memutlakan lafadz al-iman dan hal ini merupakan ungkapan yang berasal dari Al-Kitab (Al-Qur`an) dan As-Sunnah. Yakni keyakinan ini memutlakkan penamaan al-iman dengan bersumber dari Al-Kitab dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Adapun ungkapan 'aqidah' adalah ungkapan dari para ulama. Ringkasnya bahwa
tidak ada perbedaan antara iman dan aqidah. Yaitu, ketika disebutkan iman maka yang dimaksudkan adalah aqidah itu sendiri, demikian pula sebaliknya. Dan dalil dalam hal ini  adalah kitab-kitab  karya para ulama. Mereka telah mengarang kitab aqidah tapi memuat masalah-masalah iman, keyakinan-keyakinan dan dasar-dasar keimanan. Dan ketika para ulama mengarang kitab iman muatannya terkait dengan masalah-masalah dan pokok pokok keimanan. Jadi tidak ada bedanya.

Sebagai contoh adalah apa yang ditulis al-mam as-Shobuny yang berjudul 'AQIDAH SALAF ASHABUL HADITS' yang berisikan tentang pokok-pokok keimanan. Demikian juga imam ath-Thahawy yang pada saat ini disebut sebagai matan thahawiyah, berisikan aqidah ahli sunnah, yang saat itu penulisnya sendiri menamakan AQIDAH AHLUS SUNNAH dan disebut dengan kata/istilah "aqidah". Demikian juga imam Ibnu Mandah telah menyusun kitab aqidah yang diberi nama dengan 'AL-IMAN'.

Sehingga dengan demikian tidak ada perbedaan antara aqidah dan iman. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan dari sisi ungkapan saja. Ungkapan 'iman' berasal dari kitab dan sunnah. Sementara kata 'aqidah' berasal dari para ulama.

Adapun yang pertama kali menamakan karyanya dengan 'aqidah' adalah al-imam ath-Thahawy. Kalau kita melihat kamus-kamus bahasa arab jaman dahulu maka tidak ditemukan kata-kata 'aqidah', tapi yang ditemukan adalah kata yang sejenis dengan itu, seperti 'al-I'tiqod' atau 'al-Mu'taqod'. Namun hal ini bukanlah permasalahan prinsip.

Dan yang pertama kali menyebutkan nama 'aqidah' adalah al imam ath Thahawy kemudian disusul oleh al-imam as-Shobuny.

Sebagian mengatakan bahwa yang pertama kali menggunakan istilah 'aqidah' adalah imam as-Shobuny. Yang demikian itu adalah sebuah kesalahan. Yang benar, orang yang pertama kali menyatakan kata 'aqidah' adalah imam ath Thahawy, dikarenakan al-imam ath Thahawy lebih dahulu dari al-imam as-Shobuny dari sisi waktu.

Pentraskrip:
Team Gores Pena SLN

Artikel diatas telah dikoreksi Asatidzah di group SLN 1.
(80 Asatidzah Indonesia telah bergabung di SLN 1)

🌎 WA Salafy Lintas Negara


📀🔊 Download Audio

Seputar Pembahasan Tamyiz

📚📖 Rubrik: Fiqh

"Seputar Pembahasan Tamyiz"

1. Definisi tamyiz secara istilah:

" هو قوة في الدماغ بها تستنبط المعاني "
انظر المفردات للراغب الأصفهاني( ميز) ص ٤٩٥.

"Kekuatan daya pikir yang dengannya anak mampu menemukan dan menetapkan beberapa makna(perkataan)" (lihat Al-Mufradat karya Ar-Raghib Al-Ashfahani halaman 495).

2.Tanda Tamyiz.

Para ulama telah memberikan pendapat yang beragam tentang tanda-tanda tamyiz.

Sebagian mereka ada yang berpendapat:

" المميز هو الذي يفهم الخطاب،ورد الجواب"
انظر تحرير التنبيه للنووي- كتاب الحج ص ١٥٣.

"Mumayyiz (seseorang yang telah tamyiz) adalah  anak mampu  memahami suatu pembicaraan dan mampu menjawab (pertanyaan) dari lawan bicaranya.

3. Apakah tamyiz dibatasi pada usia tertentu atau ditandai jika telah mencapai usia tertentu?

Telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama pada pembahasan ini.

Wallahu a'lam, pendapat yang terpilih adalah bahwa tamyiz tidak dibatasi pada usia tertentu. Pendapat ini dikuatkan oleh Al-Imam An-Nawawi dan sebagian ulama dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah dan Hanabilah.

Berkata Al-Imam An-Nawawi:

" ولا ينضبط التمييزبسن بل يختلف باختلاف الأفهام"
انظر تحرير التنبيه للنووي - كتاب الجيم ،ص ١٥٣.

"Dan tamyiz itu tidaklah dibatasi pada usia tertentu akan tetapi usia tamyiz berbeda-beda sesuai dengan perkembangan pemahaman seorang anak" (lihat Tahrir At-Tanbih karya An-Nawawi halaman 153).

 Kontributor: Al-Ustadz Abu Abdillah Syukri Sangata

Artikel diatas telah dikoreksi oleh Asatidzah di group SLN 1.
(80 Asatidzah Indonesia telah tergabung di SLN 1)

🌍 WA Salafy Lintas Negara ✈

MENGELUARKAN ANAK KECIL DARI SHOF PERTAMA DALAM SHOLAT

⁠⁠⁠⁠⁠📝📜Rubrik : Fatawa

"MENGELUARKAN ANAK KECIL DARI SHOF PERTAMA DALAM SHOLAT"

PERTANYAAN:
Apakah boleh bagi seorang imam shalat mengeluarkan anak kecil yang berumur di bawah tujuh tahun?

Dijawab oleh yang mulia Asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-'Utsaimin rahimahullahu ta'ala:

Tidak boleh bagi seorang imam ataupun yang lainnya mengeluarkan anak kecil dari shaf shalat, kecuali bila didapati padanya ada hal yang negatif seperti dikhawatirkan suara anak kecil tersebut membuat kegaduhan atau mengacaukan shof atau sejenisnya. maka di saat itu boleh baginya(imam) untuk mengeluarkannya, hanya saja sebaiknya didahului dengan komunikasi terhadap walinya yang berada di masjid. Dia berkata, "Wahai Fulan, kami dapati pada putra Anda atau saudara Anda yang demikian dan demikian, jika Anda diam saja maka Anda berdosa".

Tapi manakala tidak didapati kondisi di atas pada anak kecil tersebut janganlah anak kecil tersebut dikeluarkan, biarkanlah dia di tempatnya, karena Nabi shallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "barangsiapa lebih dahulu yang tidak didahului oleh seorangpun maka dialah yang paling berhak terhadapnya"

Adapun sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, [yang maknanya] "Hendaknya orang berdiri di dekatku di antara kalian adalah orang-orang yang memiliki mata hati dan berakal...", maksudnya adalah perintah agar orang-orang yang berakal dan dewasa berdiri di belakang  Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasul tidak mengatakan, "..usirlah anak-anak kecil!", tapi Rasul mengatakan "Hendaknya..". Yang demikian itu adalah perintah dan bukan larangan, perintah agar orang-orang  yang mempunyai mata hati dan berakal untuk maju ke depan,berbaris di dekat Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam.

Demikian pula,jika kita mengusir anak kecil dari shaf depan maka hal itu akan berbekas pada diri anak tersebut, mereka akan membenci pihak-pihak yang mengusirnya, dan juga berdampak pada kebencian mereka pada masjid, serta ketidaksukaan mereka pada shalat berjamaah. Hal ini juga akan membekas padanya di masa mendatang, karena anak kecil itu tidak mudah lupa. Coba ingat!, Di masa anda masih kecil-misal. Ketika ada sesorang yang memukul Anda maka Anda tidak akan pernah melupakan orang yang memukul Anda.

Sumber:
Al-Liqaa Asy-Syahry halaman 74

link terkait
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_074_17.mp3

Alih Bahasa :

Team Gores Pena SLN
Artikel diatas telah dikoreksi oleh Asatidzah di group SLN 1.
(65 Asatidzah Indonesia telah tergabung di SLN 1)

🌎 WA Salafy Lintas Negara
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Teks Arab

🚫 اخراج الاطفال من الصفوف الاولى


🔄السؤال:

هل يجوز للإمام أن يخرج الصغير دون السابعة من الصف؟

▪لفضيلة الشيخ / محمد بن صالح العثيمين رحمه الله تعالى


⤵الجواب:

❌لا يجوز للإمام ولا لغير الإمام أن يخرج الصغير من الصف،

✋🏻إلا إذا كان في ذلك ضرر بحيث يكون منه أصوات مزعجة أو تردد بين الصفوف، أو ما أشبه ذلك، فحينئذٍ له إخراجه، ولكن يتصل أولاً بوليه الذي في المسجد ويقول: يا فلان، إن ولدك مثلاً أو أخاك حصل منه كذا وكذا،

👈🏻وأنت بسكوتك عنه تكون آثماً. أما إذا لم يكن منه شيء فلا، بل يبقى الأطفال في أماكنهم؛ لأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم قال:« من سبق إلى ما لم يسبق إليه أحد فهو أحق به». وأما قوله صلى الله عليه وعلى آله وسلم: «ليلني منكم أولوا الأحلام والنهى».

فالمراد: أمر العقلاء البالغين أن يكونوا يلون الرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم، إلا لو قال الرسول صلى الله عليه وعلى آله وسلم: لا يلني إلا أولوا الأحلام. قلنا: اطردوا الصغار، لكن قال: ليلني، وهو أمر وليس نهي، أمر هؤلاء أولي الأحلام والنهى أن يتقدموا حتى يلوا النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم. ثم إن طرد الصغار له تأثير نفسي عليهم، فيكرهون الذي طردهم، ويكرهون المسجد، ويكرهون الجماعة، ويؤثر عليهم في المستقبل، والصغير لا ينسى، اذكر -مثلاً- نفسك عندما كنت صغيراً وضربك أحد فلن تنساه.



🔃المصدر:اللقاء الشهري [74]

 ▫▫▫▫
🔊رابط المقطع الصوتي

Ulama Ahlus Sunnah Sebagai Barometer Penguji Agama Seseorang

☀⚡Rubrik : Manhaj dan Rudud

" Ulama Ahlus Sunnah Sebagai Barometer Penguji Agama Seseorang"

Oleh :
As-syaikh Abul Abbas Yaasin al-Adeny

Catatan Ringkas:
a.  Dahulu kala imam Ahmad bin Hanbal -semoga Allah merahmati beliau- adalah barometer penguji agama seseorang. Barangsiapa yang menghina, mencaci dan menjelekan beliau berarti hal ini menunjukkan jelek dan sesatnya agama orang tersebut.

Sebaliknya, barangsiapa yang memuliakan dan mengagungkan kedudukan imam Ahmad maka hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut termasuk dari kalangan ahlussunnah.

b. Dan pada zaman sekarang  as-syaikh Rabi' bin Hadi al-Madkholy adalah barometer penguji agama seseorang sebagaimana imam Ahmad. Dikarenakan syaikh Rabi' memeringatkan umat dari kesesatan ahlul bid'ah, menerangkan kebenaran dan mengajarkanya pada umat manusia.

Oleh karenanya, siapa yang mencaci maki dan menjelekan syaikh Rabi' maka dia termasuk ahlu bid'ah dan penyesat umat.

Sebaliknya barang siapa yang memuji dan memberikan rekomendasi beliau maka hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut termasuk ahlussunnah dan pemegang kebenaran.

Transkrip: Team Gores Pena SLN

🌎WA Salafy Lintas Negara✈

💿🔉 Download Audio

Mayoritas Bukan Ukuran Kebenaran


Amalan Para Ulama

 🔶🔷 Rubrik : Mutiara Ahlul Ilmi

"Amalan Para Ulama"

Berkata Asy-Syaikh Al-'Allamah Zaid bin Muhammad bin Hadi Al-Madkholy -semoga Alloh merahmati beliau-:

"..Maka tersisalah orang-orang yang dapat dipercaya yang berpijak di atas syariat-Nya yaitu para ulama yang terbimbing yang mewarisi ilmu Al-Quran dan As-Sunnah, dan mereka memahami seluk-beluk hukum syar'i dengan pemahaman yang benar. Dan para ulama  memahami apa yang dikehendaki oleh Allah Ta'ala terhadap para hamba-hamba-Nya yang terkena kewajiban syariat, dan mereka menyampaikan ilmu kepada umat dengan mengajar , menulis , berdakwah dan berfatwa juga menyelesaikan pertikaian dan perdebatan yang terjadi. Semua ini adalah amalan(tugas) para ulama."

Sumber:
Kitab At-Ta'liqoot Al-Lathiifah halaman 32.

قال الشيخ العلاّمة زيد بن محمد بن هادي المدخلي - رحمه الله تعالى -:

وبقي الأمناء على شرعه العلماء الربانيون الذين ورثوا علم الكتاب والسنة ، وفهموا الأحكام فهمًا صحيحًا ، وفهموا مراد الله من عباده المكلّفين ، وبلغوا الأمة بالتعليم والتأليف والنشر والإفتاء وفصل الخصومات والنزاعات ، كل هذا عمل العلماء.

📚 التعليقات اللطيفة ص 32

Alih Bahasa : Team Gores Pena SLN
Telah dikoreksi oleh Asatidzah di Group SLN 1
(60 Asatidzah Indonesia telah tergabung di SLN 1)

🌎WA Salafy Lintas Negara✈