Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2015

Metode Tahdzir dan Kitab-kitab Rudud (Bantahan) merupakan Penjagaan Terhadap Manhaj

-------------------------------
๐Ÿ“๐Ÿ“œ RUBRIK FAWAID MANHAJIYAH
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰✔

๐Ÿ“ˆMetode Tahdzir dan Kitab-kitab Rudud (Bantahan) merupakan Penjagaan Terhadap Manhaj๐Ÿ“‰

⭐Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah...

~~~~~~~~~~~~~~~

๐Ÿ‘ˆ๐Ÿ“š๐Ÿ”ฅ Dulu manusia membaca kitab-kitab (yang  berisi) pemikiran-pemikiran menyimpang banyak sekali.

๐Ÿข๐Ÿ“š Perpustakaan-perpustakaan dipenuhi dengan kitab-kitab sesat dan kitab-kitab bid’ah.

๐Ÿ‘‹ Tidak ada seorang pun yang menjelaskan dengan metode tersebut.

"""""""
๐Ÿ”บNamun tatkala umat sudah mulai perhatian terhadap bimbingan al-Kitab dan as-Sunnah serta manhaj as-Salafus Shalih, mereka mendapati ada kitab-kitab yang mentahdzir umat dari bahaya bid’ah dan kesesatan.

⚡Maka para pembela dan pengusung kebatilan segera mengatakan,

๐Ÿ’ฅ๐Ÿ”ฅ “Janganlah kalian sibuk dengan hal-hal seperti itu!  Janganlah kalian menyibukkan diri dengan hal-hal seperti itu! (Jangan menyibukkan membaca kitab-kitab bantahan terhadap bid’ah dan kesesatan, pen) Janganlah kalian meninggalkan ilmu!”

^^^^^^^^^^^^^

☝Ketahuilah, (kitab-kitab) bantahan (rudud) [kitab yang berisi bantahan teehadap kebatilan] tersebut termasuk ilmu.

๐Ÿ‘†๐Ÿ“‹Dengannya bisa diketahui mana yang hidayah mana yang kesesatan.

๐Ÿ“– Diketahui mana yang baik mana yang jelek.

✌Demi Allah, (kitab-kitab bantahan tersebut) termasuk ilmu yang menjaga.

✔Sebagaimana Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang kebaikan. Namun aku bertanya kepada beliau tentang kejelekan, karena khawatir kejelekan itu menemuiku.

````````````````

๐Ÿ‘‰๐Ÿ”…” Jadi seseorang harus mengenal kitab-kitab ahlul bid’ah dan kesesatan, yakni bagaimana metode kitab-kitab bid’ah yang engkau kritik tersebut.

➰๐Ÿ‘‹ Jika tidak, maka tidaklah tersesat banyak dari kaum muda kecuali ketika mereka kehilangan kitab-kitab yang melindungi mereka (dari bid’ah dan kesesatan).

☝๐Ÿ“š๐ŸŽฏ Sungguh kitab-kitab bantahan (rudud) itu padanya terdapat perlindungan terhadap syabab (kaum muda).

✅ Aku mempermisalkan orang yang melakukan tarbiyah (pendidikan), namun tidak melakukan penjagaan (terhadap anak didiknya) dan tidak meletakkan perlindungan terhadap kaum muda, adalah seperti orang menanam kemudian di datangi oleh hewan-hewan, serangga, srigala, dll dan memakan habis tanaman tersebut.

☑ Jadi kalau tidak ada pagar, tidak ada perlindungan – yaitu tahdzir dari bahaya bid’ah – maka manusia akan binasa.

^^^^^^^^^^^^^
✴ Oleh karena itu para salaf berhasil dengan kesuksesan yang sangat besar tatkala mereka menggunakan metode tahdzir terhadap ahlul bid’ah.

❇ Mereka berhasil sukses dalam menjaga (melindungi) sunnah dan jama’ah.

๐Ÿ’ข๐Ÿšซ Namun ketika pagar ini dihancurkan, dan semakin menipis perhatian terhadap penjagaan masyarakat sunny dari serangan ahlul bid’ah, maka ahlul bid’ah pun melancarkan serangannya dan berhasil menguasai mereka (masyarakat sunny). Sehingga tersebarlah pengkeramatan terhadap kuburan-kuburan, khurafat, … dll.

๐Ÿ‘ˆ๐Ÿ‘†๐Ÿ”บDulu di sini di negeri ini, terdapat penjagaan yang baik dari bahaya ahlul bid’ah.

๐Ÿ‘‰๐Ÿ”ป Kemudian mereka (ahlul bid’ah) mengenakan pakaian sunnah, sehingga berhasil menipu kami.

๐Ÿ’ Tatkala mereka melihat bahwa perlindungan tersebut sudah tiada lagi, maka merekapun mengambil para pemuda kita.

^^^^^^^^^^^
๐Ÿ“š๐Ÿ“–๐ŸŽฏ Kitab-kitab bantahan (rudud) tersebut, barangsiapa yang menginginkan kebaikan, maka sungguh – demi Allah – dia akan membacanya.

๐ŸŒ€๐Ÿ”… Maka dengan itu dia akan mendapati di dalamnya pembeda antara yang haq dengan yang batil.

✒ Dan ketika itu dia akan mendapati perjagaan dan perlindungan dari penyakit-penyakit (bid’ah) tersebut.

✏Sebagaimana kita memberikan kekebalan dan imunisasi pada bayi-bayi kita dari penyakit, sebagai wujud perhatian yang sangat besar (terhadap bayi-bayi kita).

๐Ÿ“Ž Demikian pula wajib atas kita memberikan perhatikan terhadap akal anak-anak kita.

☝➰kita melindunginya dan menyampaikan tahdzir (peringatan) kepadanya, serta memberikan pemahaman kepadanya. Sehingga akalnya mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

~~~~~~~~~~~~~

๐Ÿ“š Majmu’ Kutub wa Rasa’il wa Fatawa asy-Syaikh Rabi’ XIV/282-283

๐ŸŒ Diambil dari,.: http://www.manhajul-anbiya.net/metode-tahdzir-dan-kitab-kitab-rudud-bantahan-merupakan-penjagaan-terhadap-manhaj/

๐Ÿ“œ✏ WA PECINTA AL HAQ
➖➖〰〰〰〰〰〰✔

Aku Ingin Dia Hidup, Tetapi Dia Justru Ingin Membunuhku

================================
๐Ÿ“œ๐Ÿ“ RUBRIK FAWAID MANHAJIYAH
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰✔

๐Ÿ“ˆAku Ingin Dia Hidup, Tetapi Dia Justru Ingin Membunuhku๐Ÿ“‰

⭐ Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah.

~~~~~~~~~~~~~~

✅ “Jadi ini kewajiban atas kita terhadap orang yang membantah ketika dia membantah untuk menjelaskan kesalahan dan mengurangi dari terjatuh dalam kesalahan serta menyayangi orang yang salah agar kesalahan tidak diikuti.

▪Haknya atas kita adalah memuliakan (orang yang membantah –itu) dan tidak mencelanya.

*****

๐Ÿ”…Sekarang di hari-hari ini keadaannya justru terbalik.

๐Ÿ“ข Bantahan-bantahan tidak lagi laku di pasaran menurut banyak manusia.

๐Ÿ’ฅ Bantahan-bantahan yang benar yang sesuai syariat yang menjelaskan kebenaran dan menunjukkan manusia kepada agama Allah Tabaraka wa Ta’ala justru diperangi.

๐ŸŽ‹“Yang mereka (Ahlus Sunnah –pent) lakukan hanya bantahan bantahan bantahan bantahan bantahan…”

๐Ÿ‘‰ Demikianlah ungkapan mereka (para penggembos dakwah).

*****

✌Mereka tidak tahu bahwa dengan bantahan-bantahan ini agama Allah akan terjaga dan demikian juga hamba-hamba Allah.

๐Ÿ‘✊ Jadi agama Allah dijaga dari penyimpangan dan hamba-hamba Allah juga dijaga agar mereka tidak terjatuh pada apa?!

☑ Agar mereka tidak terjatuh pada penyimpangan dan agar tidak mengikuti orang-orang yang suka menyimpangkan dan agar mereka tidak terjatuh pada kesalahan serta tidak mengikuti orang-orang yang salah.

➰ Seandainya mereka benar-benar mengetahui hakekat maslahat dan manfaat yang dihasilkan dari bantahan-bantahan itu, niscaya mereka tidak akan mengatakan ucapan semacam ini.

▫Oleh karena inilah manusia yang paling banyak mendapatkan bagian dalam bab ini (celaan) adalah para ulama.

▪Oleh karena itulah mereka melaksanakan kewajiban ini dengan sebaik-baiknya.

๐Ÿ”— Engkau bisa menjumpai bantahan-bantahan mereka sejak dahulu terhadap orang-orang yang melakukan kesalahan dan kebathilan serta pengekor hawa nafsu.

๐Ÿ“š Dan kitab-kitab mereka dalam masalah ini telah disusun.

๐Ÿ“‘ Bahkan akidah Ahlus Sunnah mayoritasnya disusun disebabkan karena munculnya berbagai penyimpangan ahli bid’ah, sehingga mereka pun merasa perlu untuk menjelaskan As-Sunnah dalam bab-bab ini dan semua sikap yang harus diambil serta membantah siapa saja yang menyelisihi mereka.

*****

✔ Jadi, hak orang-orang yang melaksanakan kewajiban membantah yang sesuai syariat itu adalah disikapi dengan penghormatan dan pemuliaan.

๐Ÿ‘‹Bukan malah mencela mereka.

๐Ÿ‘†๐Ÿ‘‰Mereka hakekatnya berbuat baik kepada kita dengan menjaga agama kita dan menjaga keselamatan diri.  kita ini.

๐Ÿ‘ Tetapi kita justru berbuat buruk kepada mereka dengan mencela mereka dan melemparkan kesan buruk terhadap mereka serta membuat manusia lari menjauh dari mereka. Maka –demi Allah– ini merupakan balasan yang buruk.

๐Ÿ’ข⭕ Permisalanmu dengan dia adalah seperti yang dikatakan oleh seseorang: “Aku ingin dia hidup, tetapi dia justru ingin membunuhku.”

*****

✔ Jadi engkau menginginkan agar dia selamat dengan tidak terjatuh pada kesesatan dan penyimpangan, namun dia justru ingin membunuhmu dengan mencelamu di tengah-tengah manusia, melemparkan kesan buruk terhadap dirimu serta membuat manusia lari menjauh darimu dengan mengatakan: “Yang mereka lakukan hanya bantahan saja.” Seakan-akan bantahan-bantahan itu telah menjadi aib dan sesuatu yang tercela.

☝ Kita memohon kepada Allah keselamatan.

~~~~~~~~~~~~~~~

๐Ÿ“ Ditranskrip oleh: Abu Abdirrahman Usamah

๐Ÿ“† 15 Rabi’ul Awwal 1435

๐ŸŒ Sumber.: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=141930

๐Ÿ“œ✏ WA PECINTA AL HAQ
➖➰〰〰〰〰〰〰✔

Selasa, 27 Oktober 2015

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

๐Ÿ“’๐Ÿ“š Rubrik : Manhaj

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

“Mutiara Pesan Asy-Syaikh Rabi’”

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tentang apakah perbedaan antara seorang yang lemah kesalafiyahannya dengan seorang yang lembek manhajnya?

Beliau -barakallahu fihi- menjawab:

Seorang yang lemah kesalafiyahannya adalah seorang yang pada dasar prinsipnya adalah salafiyyah. Prinsipnya sama dengan prinsip kita bahwa firqah ikhwaniyyah, firqah tablighiyyah dan firqah-firqah lainnya adalah firqah yang sesat, yang berhak mendapatkan hajr (pemboikotan), dia membenci mereka, akan tetapi dia lemah dalam bersikap.

Sebagai contoh dia berjabat tangan dan memberi salam kepada seorang ikhwany dengan keyakinannya bahwa mereka di atas kesesatan. Akan tetapi dia melakukan hal tersebut kepadanya karena adanya suatu hubungan tertentu, hubungan pertemanan, hubungan bisnis, karena perasaan malu (tidak enak), atau karena adanya sebuah mashlahat yang dia sangka baik padahal sebenarnya adalah buruk. Maka dikatakan bahwa orang tersebut lemah dalam bersikap.

Adapun orang yang lembek manhajnya adalah seorang yang dasar prinsipnya rusak dan dia menampakkan dirinya dengan pakaian salafiyyah, sementara dia meyakini bahwa manhaj ahlus sunnah adalah luas, mencakup di dalamnya ikhwaniyyah, tablighiyyah dan yang lainnya dan meyakini bahwa mereka termasuk ahlus sunnah. Dia juga berupaya menetapkan dan mempromosikan (prinsipnya tersebut) di tengah-tengah salafiyyin/ahlus sunnah dengan penetapan dan kaidah-kaidah yang bathil. Dia ingin menghancurkan pagar pembatas antara ahlus sunnah dan ahlul bid'ah, menghancurkan prinsip al-bara` (berlepas diri dari kebid’ahan dan pelakunya, pent.) dari ahlul bid'ah dengan kaidah-kaidah yang rusak. Dia ingin menetapkan secara berbeda manhaj al-wala` wal bara`, serta berupaya untuk menampakkan diri dengan kesalafiyahan.

Seperti 'Adnan ‘Ar-ur dan Al-Ma`riby, mereka merusak para pemuda salafi dengan cara menetapkan kaidah-kaidah yang rusak yang melenyapkan manhaj al-wala` wal bara`.

Maka perbedaan (di antara keduanya) sangat jelas barakallahu fiikum.

---
Pertanyaan ini diajukan kepada beliau pada pertengahan bulan Rabi'uts Tsani 1425 H.

Sumber artikel: Situs Sahab As-Salafiyyah.

Alih Bahasa : Al- Akh Umar Ubadah

๐ŸŒŽ Salafy Lintas Negara ✈

Teks arab

#ุงู„ูู€ุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠ ุงู„ุถุนูŠู ูˆ ุงู„ู…ู€ู…ูŠุน#
ู…ู† ุฏุฑุฑ ุฑุจูŠุน ุงู„ุณู†َّุฉ
ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ูˆุงู„ุฏ ุฃุจูˆ ู…ุญู…ุฏ ุฑุจูŠุน ุจู† ู‡ุงุฏูŠ ุงู„ู…ุฏุฎู„ูŠ
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฎุงุชู… ุงู„ู†ุจูŠูŠู† ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุงู„ุชุงุจุนูŠู† ู„ู‡ู… ุจุฅุญุณุงู† ุฅู„ูŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฏูŠู†..
 ูู‡ุฐุง ุณุคุงู„ ูˆุฌู‡ ู„ู„ุดูŠุฎ ุฑุจูŠุน ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ู…ุง ู‡ูˆ ุงู„ูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠ ุงู„ุถุนูŠู ูˆ ุงู„ู…ู…ูŠุน؟
ูู‚ุงู„ ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ : ุงู„ุณู„ููŠ ุงู„ุถุนูŠู ู…ู† ูƒุงู†ุช ุฃุตูˆู„ู‡ُ ุณู„ููŠุฉ ูู‡ูˆ ู…ุนู†ุง ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ุฅุฎูˆุงู† ูˆ ุงู„ุชุจู„ูŠุบ ูˆ ุบูŠุฑู‡ู… ู…ู† ุงู„ูِุฑَู‚ ุฃู†ู‡ู… ูِุฑَู‚ٌ ุถุงู„ุฉٌ، ูˆ ุฃู†َّู‡ู… ูŠุณุชุญู‚ูˆู† ุงู„ู‡ุฌุฑ، ูˆ ุฃู†َّู‡ ูŠُุจุบุถู‡ู… ، ูˆ ู„ูƒู†ู‡ ูŠุถุนู ููŠ ู…ูˆู‚ู، ูู…ุซู„ุงً ูŠุตุงูุญ ูˆ ูŠุณู„ّู… ุนู„ู‰ ุฅุฎูˆุงู†ูŠ ู…ุน ุงุนุชู‚ุงุฏู‡ ุฃู†َّู‡ู… ุนู„ู‰ ุถู„ุงู„ ، ูˆ ู„ูƒู†ู‡ ูุนู„ ุฐู„ูƒ ู…ุน ู‡ุฐุง ุงู„ุดุฎุต ู„ุนู„ุงู‚ุฉ ุฃูˆ ุตุฏุงู‚ุฉ ุฃูˆ ู…ุนุงู…ู„ุฉ ุชุฌุงุฑุฉ ุฃูˆ ุฎุฌู„ ุฃูˆ ู…ุตู„ุญุฉ ุธู†ู‡ุง ุตุงู„ุญุฉ ูˆ ู‡ูŠ ูุงุณุฏุฉ، ูู‡ุฐุง ูŠู‚ุงู„ ุฃู†َّู‡ ุถุนู ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ูˆู‚ู، ุฃู…َّุง ุงู„ู…ُู…ูŠّุน ูู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุฃุตูˆู„ู‡ ูุงุณุฏุฉٌ ุฃุตู„ุงً ูˆ ูŠู„ุจุณ ุซูˆุจ ุงู„ุณู„ููŠุฉ ูˆ ูŠุชุธุงู‡ุฑ ุจุฐู„ูƒ ،ูˆ ู‡ูˆ ูŠุนุชู‚ุฏ ุฃู† ู…ู†ู‡ุฌ ุฃู‡ู„ ุงู„ุณَّู†ุฉ ูˆ ุงุณุนٌ ูŠุณุน ุญุชู‰ ุงู„ุฅุฎูˆุงู† ูˆ ุงู„ุชุจู„ูŠุบ ูˆ ุบูŠุฑู‡ู… ูˆ ุฃู†ู‡ู… ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุณّู†ุฉ، ูˆ ูŠุณุนู‰ ููŠ ุชู‚ุฑูŠุฑ ุฐู„ูƒ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ุจุชุฃุตูŠู„ุงุช ูˆ ู‚ูˆุงุนุฏ ุจุงุทู„ุฉ ، ูู‡ูˆ ูŠุฑูŠุฏ ุฃู† ูŠู‡ุฏู… ุงู„ุณูˆุฑ ุงู„ูˆุงู‚ูŠ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ูˆ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจุฏุน ، ุฃู† ูŠู‡ุฏู… ุงู„ุจุฑุงุก ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุจุฏุน ุจู‚ูˆุงุนุฏ ูุงุณุฏุฉ، ูŠุฑูŠุฏ ุฃู† ูŠู‚ุถูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ุชู…ุงูŠุฒ ุนู„ู‰ ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ูˆู„ุงุก ูˆ ุงู„ุจุฑุงุก ูˆ ูŠุณุชุบู„ ูƒูˆู†ู‡ ูŠุชุธุงู‡ุฑ ุจุงู„ุณู„ููŠุฉ ، ู…ุซู„ ุนุฏู†ุงู† ุนุฑูˆุฑ ูˆ ู…ุซู„ ุงู„ู…ุขุฑุจูŠ ูู‡ุคู„ุงุก ูŠุนูŠุซูˆุง ููŠ ุงู„ุดุจุงุจ ุงู„ุณู„ููŠ ูุณุงุฏุงً ุจุชุฃุตูŠู„ ู‚ูˆุงุนุฏ ูุงุณุฏุฉ ุชُู…ูŠุชُ ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ูˆู„ุงุก ูˆ ุงู„ุจุฑุงุก ، ูุงู„ูุฑู‚ ูˆุงุถุญ ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู….

ุชุงุฑูŠุฎ ุงู„ุณุคุงู„ ู…ู†ุชุตู ุฑุจูŠุน ุงู„ุซุงู†ูŠ ุนุงู… 1425 ู‡ู€
  ุงู„ู…ุตุฏุฑ ุดุจูƒุฉ ุณุญุงุจ ุงู„ุณู„ููŠุฉ

ู…ู€ู€ุง ู‡ูˆ ุงู„ูู€ุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠ ุงู„ุถุนูŠู ูˆ ุงู„ู…ู€ู…ูŠุน.ู…ู† ุฏุฑุฑ ุฑุจูŠุน ุงู„ุณู†َّุฉ - ุงู„ู…ู†ุจุฑ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠ - ุดุจูƒุฉ ุณุญุงุจ ุงู„ุณู„ููŠุฉ - [# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat! http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=128231