Jumat, 08 Februari 2019

APA YANG DILAKUKAN MAKMUM JIKA TIDAK MENDENGAR KHUTBAH JUMAT❓

APA YANG DILAKUKAN MAKMUM JIKA TIDAK MENDENGAR KHUTBAH JUMAT❓

✍Al Lajnah Daimah Lilbuhuts al Ilmiyyah wa al Ifta',

"Orang yang mendengarkan khutbah dari orang yang menghadiri pelaksanaan shalat Jumat , wajib menyimak khutbah dengan hati dan seluruh anggota tubuhnya. Akan tetapi, bila ia tidak mendengar khutbah khatib, dikarenakan jarak yang jauh, suara khatib yang tidak kuat atau yang lainnya, maka boleh baginya sibuk berzikir, membaca istighfar dan membaca al Quran, selama tidak mengganggu orang yang shalat di sekitarnya. Dan hal ini lebih utama baginya dari pada hanya diam saja, karena tidak bisa mendengarkan khutbah yang disampaikan. Disamping itu, jika khatib menyebutkan surga, lalu ia pun berdoa di dalam hati kepada Allah agar diberikan surga, atau jika khatib menyebutkan neraka, lalu ia pun berlindung dalam hati kepada Allah dari neraka tersebut, atau jika khatib menyebut Nabi ﷺ, lalu ia membaca shalawat dalam hati, atau jika khatib mengucapkan kalimat "Fadzkurullaaha yadzkur-kum" (ingatlah Allah, niscaya Dia akan mengingatmu), lalu ia mengucapkan "Laa Ilaaha Ilallaah" dalam hatinya, maka semua hal ini boleh saja dan tidak dilarang, karena tidak termasuk perbuatan sia-sia selama tidak dikeraskan."

🌾Ketua: Syaikh Ibnu Baz rahimahullah

📱http://t.me/ukhwh

أن من يسمع الخطيب ممن حضر لصلاة الجمعة يجب عليه أن يقبل على سماع الخطبة بقلبه وجميع جوارحه، لكن إذا لم يسمع الخطيب لبعده عنه أو ضعف صوت الخطيب ونحو ذلك فلا بأس أن يشتغل بالذكر والاستغفار وقراءة القرآن إذا لم يؤذ من حوله من المصلين، وذلك أفضل له من السكوت؛ لعدم التمكن من الاستماع وكذلك إذا ذكر الخطيب الجنة فسألها في نفسه أو ذكر النار فاستعاذ منها في نفسه، أو ذكر الخطيب النبي - صلى الله عليه وسلم – فصلى عليه في نفسه، أو قال: (فاذكروا الله يذكركم) فقال: (لا إله إلا الله) في نفسه، فإنه لا بأس في ذلك ولا محذور فيه؛ لأن ذلك ليس من اللغو إذا لم يجهر به.
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar