Selasa, 27 Oktober 2015

Audio Kajian Purbalingga 12 Muharrom 1437 H

Bismillah

Alhamdulillah
๐Ÿ”˜ Audio kajian Rutin Bulanan ๐Ÿ’ฝ
๐Ÿ’บ bersama Al-Ustadz Saiful Bahri hafidzohulloh

๐Ÿ“† Ahad, 12 Muharrom 1437 H/25 Oktober 2015 M
dapat diunduh di

1⃣ Kajian Ummahat,
๐Ÿ“ Pengertian Bid'ah dan Bahayanya terhadap Ummat
๐Ÿ“ฅ  http://bit.ly/1GzIQBF

2⃣ Masjid Agung Daarussalaam Purbalingga,
๐Ÿ“ Peringatan Ahlussunnah terhadap Bahaya Bid'ah
๐Ÿ“ฅ http://bit.ly/1H2ua90

๐Ÿ“‚ 32 kbps

๐Ÿ’Semoga bermanfaat
••••••••••••••••••••••••••••••••
๐Ÿ”ฐ๐ŸŒ  Forum Salafy Purbalingga || www.almanshuroh.net

Rekaman Kajian Islam Ilmiyyah, Slipi 11 Muharram 1437 H

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

๐Ÿ’ฝ๐Ÿ”Š Audio Rekaman Kajian Islam Ilmiyyah, Slipi ๐Ÿ’ฝ๐Ÿ”Š

๐Ÿ“†Hari & Tanggal: Sabtu, 11 Muharram 1437 H/ 25 Okt 2015.

๐Ÿ”ฐTempat:
Di Masjid Al-Mujahidin Jl.Anggrek Nelimurni VII Blok-A Slipi, Jakarta Barat

๐Ÿ“ˆ Sesi I: Taushiyah oleh al-Ustadz Abdulmalik || http://bit.ly/1R77Twz || 33.37

๐Ÿ“ˆSesi II: Dars Kitab ash-Shawarif 'anil Haqq bersama al-Ustadz Muhammad as-Sewed || http://bit.ly/1R786zQ || 33.28

๐Ÿ“ˆSesi III: Dars Kitab ash-Shawarif 'anil Haqq bersama al-Ustadz Muhammad as-Sewed || http://bit.ly/1R78fmS || 32.05

๐Ÿ“ˆSesi IV: Tanya Jawab bersama al-Ustadz Muhammad as-Sewed  || http://bit.ly/1R78qhV || 16.36

๐Ÿ“ฑInformasi :
0815 1397 8370, 0859 3532 3036, 0813 19211 311

๐Ÿ“ปRADIO QABAIL || ๐Ÿ’ปwww.salafyjakarta.info

Semoga bermanfaat.
Wallaahu a'lam.
ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู…
--------------------------------
© Panitia Kajian Ahlussunnah Salafy Jakarta || www.salafyjakarta.info

➖➖➖➖➖➖➖
Turut Mempublikasikan
๐Ÿ“š ู…ุฌู…ูˆุนุฉ ุฅุฎูˆุฉ ุนููƒ ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
๐Ÿ“š Forum Ikhwan Ngapak

Kisah-Kisah

๐Ÿ“’๐Ÿ“šRubrik: Kisah-Kisah

Asy-Syaikh Usamah Al-‘Amri mengisahkan:

Aku teringat sebuah kejadian yang terjadi kurang lebih 10 tahun yang lalu. Ketika itu aku sedang berada di sisi Syaikh kami Rabi’ hafizhahullah, hadir juga ketika itu ‘Ali Hasan Al-Halabi dan Al-Hilali, saat itu Asy-Syaikh Rabi’ sedang menasehati keduanya.

Ketika itu ‘Ali Al-Halabi menukilkan atsar shahabat ‘Umar radhiyallahu ‘anhu kepada beliau:

ู„ุง ุชุธู† ุจูƒู„ู…ุฉ ุฎุฑุฌุช ู…ู† ุฃุฎูŠูƒ ุงู„ู…ุคู…ู† ุดุฑًّุง، ูˆุฃู†ุช ุชุฌุฏ ู„ู‡ุง ููŠ ุงู„ุฎูŠุฑ ู…ุญู…ู„ุงً

“Janganlah engkau berperasangka buruk terhadap apa yang diucapkan oleh saudaramu yang mukmin, padahal engkau dapati pada ucapan tersebut masih ada kemungkinan baiknya”.

Maka Asy-Syaikh Rabi' mengatakan kepadanya: Justru aku bantah ucapanmu tersebut dengan atsar yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari shahabat ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

ู…ู† ุฃุธู‡ุฑ ู„ู†ุง ุฎูŠุฑًุง ุฃู…ู†ّุงู‡ ูˆู‚ุฑّุจู†ุงู‡ ูˆู„ูŠุณ ุฅู„ูŠู†ุง ู…ู† ุณุฑูŠุฑุชู‡ ุดูŠุก، ุงู„ู„ู‡ ูŠุญุงุณุจู‡. ูˆู…ู† ุฃุธู‡ุฑ ู„ู†ุง ุณูˆุกًุง ู„ู… ู†ุฃู…ู†ู‡ ูˆู„ู… ู†ุตุฏู‚ู‡ ูˆุฅู† ู‚ุงู„ ุฅู† ุณุฑูŠุฑุชู‡ ุญุณู†ุฉ

“Barangsiapa yang menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami akan percaya dengannya dan mendekatkannya, bukanlah urusan kami untuk mengetahui isi hatinya, Allah-lah yang akan menghisabnya(memperhitungkannya-red). Barangsiapa yang menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak akan mempercayainya dan tidak membenarkannya, meskipun dia mengaku bahwa isi hatinya baik”.

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Usamah Al-‘Amri dalam (Majmu’ah Al-Majlis Al-Atsari Asy-Syami)
lalu beliau memberikan komentar: Ini adalah sebuah jawaban yang bagus yang membuat lawan diam tak berkutik.

Alih Bahasa: Team Gores Pena SLN
(artikel ini telah dikoreksi oleh Asatidzah di Group SLN 1)

๐ŸŒ WA Salafy Lintas Negara ✈

Teks arabnya

ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุฃุณุงู…ุฉ ุงู„ุนู…ุฑูŠ - ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ - :

ุฃุฐูƒุฑ ู‚ุฏูŠู…ุง ู‚ุจู„ ู…ุงูŠู‚ุงุฑุจ ุนุดุฑ ุณู†ูˆุงุช ูƒู†ุช ุนู†ุฏ ุดูŠุฎู†ุง ุฑุจูŠุน ، ูˆ ู…ูˆุฌูˆุฏ ุนู„ูŠ ุจู† ุญุณู† ุงู„ุญู„ุจูŠ ูˆ ุงู„ู‡ู„ุงู„ูŠ .
ูˆ ูƒุงู† ุดูŠุฎู†ุง ุฑุจูŠุน ูŠู†ุตุญู…ู‡ุง ، ูˆ ูƒุงู† ุนู„ูŠ ูŠู‚ูˆู„ ู„ู„ุดูŠุฎ ุฃุซุฑ ุนู…ุฑ -ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡- :
 "ู„ุง ุชุธู† ุจูƒู„ู…ุฉ ุฎุฑุฌุช ู…ู† ุฃุฎูŠูƒ ุงู„ู…ุคู…ู† ุดุฑًّุง ، ูˆ ุฃู†ุช ุชุฌุฏ ู„ู‡ุง ููŠ ุงู„ุฎูŠุฑ ู…ุญู…ู„ุงً ".

ูู‚ุงู„ ู„ู‡ ุดูŠุฎู†ุง ุจู„ ุฃุญุงุฌูƒ ุจุงู„ุฐูŠ ุนู†ุฏ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ุนู† ุนู…ุฑ :
 ‏ู‚ุงู„ ุนู…ุฑ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ :
ู…ู† ุฃุธู‡ุฑ ู„ู†ุง ุฎูŠุฑุง ุฃู…ู†ّุงู‡ ูˆู‚ุฑّุจู†ุงู‡ ูˆู„ูŠุณ ุฅู„ูŠู†ุง ู…ู† ุณุฑูŠุฑุชู‡ ุดูŠุก، ุงู„ู„ู‡ ูŠุญุงุณุจู‡ ูˆู…ู† ุฃุธู‡ุฑ ู„ู†ุง ุณูˆุกุง ู„ู… ู†ุฃู…ู†ู‡ ูˆู„ู… ู†ุตุฏู‚ู‡ ูˆุฅู† ู‚ุงู„ ุฅู† ุณุฑูŠุฑุชู‡ ุญุณู†ุฉ.

ูƒุชุจู‡ :
ุงู„ุดูŠุฎ ุฃุณุงู…ุฉ ุงู„ุนู…ุฑูŠ ููŠ (ู…ุฌู…ูˆุนุฉ ุงู„ู…ุฌู„ุณ ุงู„ุฃุซุฑูŠ ุงู„ุดุงู…ูŠ) ุนู„ู‰ ุงู„ูˆุงุชุณ ุงุจ
ูˆ ุฃุถุงู - ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ - ู…ุนู„ู‚ุง :
" ูˆ ูƒุงู† ู‡ุฐุง ู…ู† ุฌู…ูŠู„ ุงู„ุงุฌูˆุจุฉ ุงู„ู…ุณูƒุชุฉ "

⏪ ู…ู†ู‚ูˆู„⁠⁠⁠⁠

PERBEDAAN ANTARA RASUL DAN NABI

๐Ÿ“’๐Ÿ“š Rubrik : Siroh

PERBEDAAN ANTARA RASUL DAN NABI


  ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‡ู†ุงูƒ ูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ู†ุจูŠ ูˆุงู„ุฑุณูˆู„، ูู…ู† ู‡ูˆ ุฃูˆู„ ุฑุณูˆู„ ุจُุนุซ ؟ ูˆู…ุง ู‡ูˆ ุงู„ูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ู†ุจูŠ ูˆุงู„ุฑุณูˆู„؟
ุงู„ู…ุดู‡ูˆุฑ ุนู†ุฏ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ุฃู† ุงู„ู†ุจูŠ ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ูŠูˆุญู‰ ุฅู„ูŠู‡ ุจุดุฑุน ู„ูƒู† ู„ุง ูŠุคู…ุฑ ุจุชุจู„ูŠุบู‡، ุจู„ ู‡ูˆ ูˆุญูŠ ู„ู†ูุณู‡ ، ูŠุนู†ูŠ ุฃู…ุฑ ุจู†ูุณู‡ ุจุงู„ุนู…ู„، ูู‡ุฐุง ูŠู‚ุงู„ ู„ู‡ ู†ุจูŠ ูุฅุฐุง ุฃู…ุฑ ุจุงู„ุชุจู„ูŠุบ ู„ู„ู†ุงุณ ، ู‡ุฐุง ูŠู‚ุงู„ ู„ู‡ ุฑุณูˆู„ ، ู†ุจูŠ ุฑุณูˆู„. ูˆู‚ุงู„ ุขุฎุฑูˆู† ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุนู„ู… ุฅู† ุงู„ู†ุจูŠ ู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ูŠูƒูˆู† ู…ุจุนูˆุซุงً ุจุดุฑูŠุนุฉٍ ุณุจู‚ู‡ ุฅู„ูŠู‡ุง ู†ุจูŠ ู‚ุจู„ู‡ ، ูƒุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก ุจุนุฏ ู…ูˆุณู‰ ู„ู„ุฐูŠู† ูŠุญูƒู…ูˆู† ุจุงู„ุชูˆุฑุงุฉ ูุงู„ุฐูŠู† ุณุจู‚ูˆู‡ ู‡ุคู„ุงุก ุฃู†ุจูŠุงุก ูˆุฑุณู„ ุฃู…ุง ุงู„ุฑุณูˆู„ ุงู„ู…ุณุชู‚ู„ ูƒู…ูˆุณู‰ ูˆู†ูˆุญ ูˆู‡ูˆุฏ ู‡ุคู„ุงุก ูŠู‚ุงู„ ู„ู‡ู… ุฑุณู„ ูˆู‡ู… ุฃู†ุจูŠุงุก ุฃูŠุถุงً ูˆุจูƒู„ ุญุงู„ ูุงู„ุฃู…ุฑ ููŠ ู‡ุฐุง ูˆุงุณุน ูˆุงู„ุฃู‚ุฑุจ ุฃู† ุงู„ุฑุณูˆู„ ูŠุณู…ู‰ ู†ุจูŠ ูˆุงู„ู†ุจูŠ ูŠุณู…ู‰ ุฑุณูˆู„ ูˆู„ู‡ุฐุง ู‚ุงู„ ุฌู„ ูˆุนู„ุง: ูˆู…ุง ุฃุฑุณู„ู†ุง ู…ู† ู‚ุจู„ูƒ ู…ู† ุฑุณูˆู„ ูˆู„ุง ู†ุจูŠ ุฅู„ุง ุฅุฐุง ุชู…ู†ู‰ ุฃู„ู‚ู‰ ุงู„ุดูŠุทุงู† ููŠ ุฃู…ู†ูŠุชู‡، ูุงู„ู†ุจูŠ ูŠุณู…ู‰ ุฑุณูˆู„ุงً ู„ุฃู†ู‡ ุฃูˆุญูŠ ุฅู„ูŠู‡ ุจุดุฑุน ูˆุฅู† ูƒุงู† ู†ูุณู‡، ูˆุฅุฐุง ุฃู…ุฑ ุจุงู„ุชุจู„ูŠุบ ุตุงุฑ ุฑุณูˆู„ุงً ู„ู†ูุณู‡ ูˆู„ุบูŠุฑู‡، ูุงู„ุฃู…ุฑ ููŠ ู‡ุฐุง ูˆุงุณุน. ุณู…ุงุญุฉ ุงู„ุดูŠุฎ ููŠ ุฎุชุงู… ู‡ุฐุง ุงู„ู„ู‚ุงุก...

ู…ูˆู‚ุน ุงู„ุดูŠุฎ ุนุจุฏุงู„ุนุฒูŠุฒ ุจู† ุจุงุฒ - ุงู„ูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ู†ุจูŠ ูˆุงู„ุฑุณูˆู„ - [# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat! http://www.binbaz.org.sa/node/10328

Jika di sana terdapat perbedaan antara nabi dan rasul, maka siapa rasul yg pertama diutus? Dan apakah perbedaan nabi dan rasul?

Yang masyhur di sisi para ulama bahwasannya nabi adalah seseorang yg diwahyukan kepadanya syariat akan tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Bahkan wahyu tersebut hanya untuk dirinya, yakni memerintah dirinya dgn amal. Maka yang demikian ini dikatakan/disebut sebagai nabi.

Jika ia diperintah untuk menyampaikan kepada manusia, maka ini dikatakan/disebut sebagai rasul, nabi dan rasul.

Para ulama yang lain berpendapat bahwa sesungguhnya nabi adalah seseorang yang diutus dengan suatu syariat di mana telah ada nabi sebelumnya (yang diutus dengan syariat yang sama). Seperti para nabi setelah Nabi Musa yang juga berhukum dengan Taurat. Maka yang mendahuluinya itu adalah nabi-nabi dan rasul-rasul.

Adapun rasul yang bersendirian seperti Nabi Musa, Nabi Nuh, dan Nabi Hud, mereka disebut sebagai rasul dan sekaligus mereka adalah nabi-nabi.

Dan dalam semua keadaan di atas, permasalahan ini adalah permasalahan yang luas. Dan yang lebih dekat adalah bahwa seorang rasul dinamakan nabi dan seorang nabi juga dinamakan rasul. Yang karena inilah Allah Jalla wa 'Ala berfirman, "Dan tidaklah Kami utus sebelummu seorang rasul dan tidak pula seorang nabi, kecuali.."

Maka seorang nabi dinamakan juga sebagai rasul karena diwahyukan kepadanya sebuah syariat, sekalipun untuk dirinya. Dan jika ia diperintah untuk menyampaikannya kepada manusia maka jadilah ia seorang rasul bagi dirinya dan bagi orang lain. Dan permasalahan ini adalah permasalahan yang luas (sebagaimana disebutkan sebelumnya)..

Alih bahasa : Team Gores Pena SLN

๐ŸŒ WA Salafy Lintas Negara ✈

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

๐Ÿ“’๐Ÿ“š Rubrik : Manhaj

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

“Mutiara Pesan Asy-Syaikh Rabi’”

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tentang apakah perbedaan antara seorang yang lemah kesalafiyahannya dengan seorang yang lembek manhajnya?

Beliau -barakallahu fihi- menjawab:

Seorang yang lemah kesalafiyahannya adalah seorang yang pada dasar prinsipnya adalah salafiyyah. Prinsipnya sama dengan prinsip kita bahwa firqah ikhwaniyyah, firqah tablighiyyah dan firqah-firqah lainnya adalah firqah yang sesat, yang berhak mendapatkan hajr (pemboikotan), dia membenci mereka, akan tetapi dia lemah dalam bersikap.

Sebagai contoh dia berjabat tangan dan memberi salam kepada seorang ikhwany dengan keyakinannya bahwa mereka di atas kesesatan. Akan tetapi dia melakukan hal tersebut kepadanya karena adanya suatu hubungan tertentu, hubungan pertemanan, hubungan bisnis, karena perasaan malu (tidak enak), atau karena adanya sebuah mashlahat yang dia sangka baik padahal sebenarnya adalah buruk. Maka dikatakan bahwa orang tersebut lemah dalam bersikap.

Adapun orang yang lembek manhajnya adalah seorang yang dasar prinsipnya rusak dan dia menampakkan dirinya dengan pakaian salafiyyah, sementara dia meyakini bahwa manhaj ahlus sunnah adalah luas, mencakup di dalamnya ikhwaniyyah, tablighiyyah dan yang lainnya dan meyakini bahwa mereka termasuk ahlus sunnah. Dia juga berupaya menetapkan dan mempromosikan (prinsipnya tersebut) di tengah-tengah salafiyyin/ahlus sunnah dengan penetapan dan kaidah-kaidah yang bathil. Dia ingin menghancurkan pagar pembatas antara ahlus sunnah dan ahlul bid'ah, menghancurkan prinsip al-bara` (berlepas diri dari kebid’ahan dan pelakunya, pent.) dari ahlul bid'ah dengan kaidah-kaidah yang rusak. Dia ingin menetapkan secara berbeda manhaj al-wala` wal bara`, serta berupaya untuk menampakkan diri dengan kesalafiyahan.

Seperti 'Adnan ‘Ar-ur dan Al-Ma`riby, mereka merusak para pemuda salafi dengan cara menetapkan kaidah-kaidah yang rusak yang melenyapkan manhaj al-wala` wal bara`.

Maka perbedaan (di antara keduanya) sangat jelas barakallahu fiikum.

---
Pertanyaan ini diajukan kepada beliau pada pertengahan bulan Rabi'uts Tsani 1425 H.

Sumber artikel: Situs Sahab As-Salafiyyah.

Alih Bahasa : Al- Akh Umar Ubadah

๐ŸŒŽ Salafy Lintas Negara ✈

Teks arab

#ุงู„ูู€ุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠ ุงู„ุถุนูŠู ูˆ ุงู„ู…ู€ู…ูŠุน#
ู…ู† ุฏุฑุฑ ุฑุจูŠุน ุงู„ุณู†َّุฉ
ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ูˆุงู„ุฏ ุฃุจูˆ ู…ุญู…ุฏ ุฑุจูŠุน ุจู† ู‡ุงุฏูŠ ุงู„ู…ุฏุฎู„ูŠ
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฎุงุชู… ุงู„ู†ุจูŠูŠู† ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุงู„ุชุงุจุนูŠู† ู„ู‡ู… ุจุฅุญุณุงู† ุฅู„ูŠ ูŠูˆู… ุงู„ุฏูŠู†..
 ูู‡ุฐุง ุณุคุงู„ ูˆุฌู‡ ู„ู„ุดูŠุฎ ุฑุจูŠุน ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุนู† ู…ุง ู‡ูˆ ุงู„ูุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠ ุงู„ุถุนูŠู ูˆ ุงู„ู…ู…ูŠุน؟
ูู‚ุงู„ ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠู‡ : ุงู„ุณู„ููŠ ุงู„ุถุนูŠู ู…ู† ูƒุงู†ุช ุฃุตูˆู„ู‡ُ ุณู„ููŠุฉ ูู‡ูˆ ู…ุนู†ุง ุนู„ู‰ ุฃู† ุงู„ุฅุฎูˆุงู† ูˆ ุงู„ุชุจู„ูŠุบ ูˆ ุบูŠุฑู‡ู… ู…ู† ุงู„ูِุฑَู‚ ุฃู†ู‡ู… ูِุฑَู‚ٌ ุถุงู„ุฉٌ، ูˆ ุฃู†َّู‡ู… ูŠุณุชุญู‚ูˆู† ุงู„ู‡ุฌุฑ، ูˆ ุฃู†َّู‡ ูŠُุจุบุถู‡ู… ، ูˆ ู„ูƒู†ู‡ ูŠุถุนู ููŠ ู…ูˆู‚ู، ูู…ุซู„ุงً ูŠุตุงูุญ ูˆ ูŠุณู„ّู… ุนู„ู‰ ุฅุฎูˆุงู†ูŠ ู…ุน ุงุนุชู‚ุงุฏู‡ ุฃู†َّู‡ู… ุนู„ู‰ ุถู„ุงู„ ، ูˆ ู„ูƒู†ู‡ ูุนู„ ุฐู„ูƒ ู…ุน ู‡ุฐุง ุงู„ุดุฎุต ู„ุนู„ุงู‚ุฉ ุฃูˆ ุตุฏุงู‚ุฉ ุฃูˆ ู…ุนุงู…ู„ุฉ ุชุฌุงุฑุฉ ุฃูˆ ุฎุฌู„ ุฃูˆ ู…ุตู„ุญุฉ ุธู†ู‡ุง ุตุงู„ุญุฉ ูˆ ู‡ูŠ ูุงุณุฏุฉ، ูู‡ุฐุง ูŠู‚ุงู„ ุฃู†َّู‡ ุถุนู ููŠ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ูˆู‚ู، ุฃู…َّุง ุงู„ู…ُู…ูŠّุน ูู‡ูˆ ุงู„ุฐูŠ ุฃุตูˆู„ู‡ ูุงุณุฏุฉٌ ุฃุตู„ุงً ูˆ ูŠู„ุจุณ ุซูˆุจ ุงู„ุณู„ููŠุฉ ูˆ ูŠุชุธุงู‡ุฑ ุจุฐู„ูƒ ،ูˆ ู‡ูˆ ูŠุนุชู‚ุฏ ุฃู† ู…ู†ู‡ุฌ ุฃู‡ู„ ุงู„ุณَّู†ุฉ ูˆ ุงุณุนٌ ูŠุณุน ุญุชู‰ ุงู„ุฅุฎูˆุงู† ูˆ ุงู„ุชุจู„ูŠุบ ูˆ ุบูŠุฑู‡ู… ูˆ ุฃู†ู‡ู… ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุณّู†ุฉ، ูˆ ูŠุณุนู‰ ููŠ ุชู‚ุฑูŠุฑ ุฐู„ูƒ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ุจุชุฃุตูŠู„ุงุช ูˆ ู‚ูˆุงุนุฏ ุจุงุทู„ุฉ ، ูู‡ูˆ ูŠุฑูŠุฏ ุฃู† ูŠู‡ุฏู… ุงู„ุณูˆุฑ ุงู„ูˆุงู‚ูŠ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠูŠู† ูˆ ุฃู‡ู„ ุงู„ุจุฏุน ، ุฃู† ูŠู‡ุฏู… ุงู„ุจุฑุงุก ู…ู† ุฃู‡ู„ ุงู„ุจุฏุน ุจู‚ูˆุงุนุฏ ูุงุณุฏุฉ، ูŠุฑูŠุฏ ุฃู† ูŠู‚ุถูŠ ุนู„ู‰ ุงู„ุชู…ุงูŠุฒ ุนู„ู‰ ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ูˆู„ุงุก ูˆ ุงู„ุจุฑุงุก ูˆ ูŠุณุชุบู„ ูƒูˆู†ู‡ ูŠุชุธุงู‡ุฑ ุจุงู„ุณู„ููŠุฉ ، ู…ุซู„ ุนุฏู†ุงู† ุนุฑูˆุฑ ูˆ ู…ุซู„ ุงู„ู…ุขุฑุจูŠ ูู‡ุคู„ุงุก ูŠุนูŠุซูˆุง ููŠ ุงู„ุดุจุงุจ ุงู„ุณู„ููŠ ูุณุงุฏุงً ุจุชุฃุตูŠู„ ู‚ูˆุงุนุฏ ูุงุณุฏุฉ ุชُู…ูŠุชُ ู…ู†ู‡ุฌ ุงู„ูˆู„ุงุก ูˆ ุงู„ุจุฑุงุก ، ูุงู„ูุฑู‚ ูˆุงุถุญ ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒู….

ุชุงุฑูŠุฎ ุงู„ุณุคุงู„ ู…ู†ุชุตู ุฑุจูŠุน ุงู„ุซุงู†ูŠ ุนุงู… 1425 ู‡ู€
  ุงู„ู…ุตุฏุฑ ุดุจูƒุฉ ุณุญุงุจ ุงู„ุณู„ููŠุฉ

ู…ู€ู€ุง ู‡ูˆ ุงู„ูู€ุฑู‚ ุจูŠู† ุงู„ุณู„ููŠ ุงู„ุถุนูŠู ูˆ ุงู„ู…ู€ู…ูŠุน.ู…ู† ุฏุฑุฑ ุฑุจูŠุน ุงู„ุณู†َّุฉ - ุงู„ู…ู†ุจุฑ ุงู„ุฅุณู„ุงู…ูŠ - ุดุจูƒุฉ ุณุญุงุจ ุงู„ุณู„ููŠุฉ - [# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat! http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=128231

AKIBAT MENINGGALKAN ILMU DAN ULAMA

Admin SLN: ๐Ÿ’Ž๐Ÿ”ถ Rubrik:  Mutiara Salaf

AKIBAT MENINGGALKAN ILMU DAN ULAMA

Dari Al-Imam Muhammad bin Sirin -rahimahullah- beliau berkata:

"Sesungguhnya apabila suatu kaum tidak lagi menuntut ilmu dan bermajelis bersama para ulama, mereka hanya disibukkan dengan melaksanakan shalat dan puasa, sampai badan  mereka kurus kering.

Kemudian mereka menyelisihi sunnah maka niscaya mereka akan menumpahkan darah kaum muslimin..

Demi Dzat yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain-Nya, tidaklah seorang melakukan suatu amalan diatas kebodohan, niscaya dia lebih banyak mendatangkan kerusakan dari pada melakukan perbaikan.."

Al-Istidzkar libni 'Abdil Barr (8/616)

Alih Bahasa:
Al-Akh Umar Ubadah
(Artikel diatas telah dikoreksi Asatidzah di group SLN 1)

๐ŸŒŽ Salafy Lintas Negara ✈


Teks Arab

 ุนู† ู…ุญู…ุฏ ุจู† ุณูŠุฑูŠู† ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„:

ุฅู† ู‚ูˆู…ุงً ุชุฑูƒูˆุง ุทู„ุจ ุงู„ุนู„ู… ูˆู…ุฌุงู„ุณุฉ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ، ูˆุฃุฎุฐูˆุง ููŠ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุตูŠุงู… ุญุชู‰ ูŠุจุณ ุฌู„ุฏ ุฃุญุฏู‡ู… ุนู„ู‰ ุนุธู…ู‡ ، ุซู… ุฎุงู„ููˆุง ุงู„ุณู†ุฉ ูู‡ู„ูƒูˆุง ، ูˆุณููƒูˆุง ุฏู…ุงุก ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ، ููˆุงู„ุฐูŠ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุบูŠุฑู‡ ، ู…ุง ุนู…ู„ ุฃุญุฏ ุนู…ู„ุงً ุนู„ู‰ ุฌู‡ู„ ุฅู„ุง ูƒุงู† ูŠูุณุฏ ุฃูƒุซุฑ ู…ู…ุง ูŠุตู„ุญ.


๐Ÿ“”ุงู„ุงุณุชุฐูƒุงุฑ ู„ุงุจู† ุนุจุฏุงู„ุจุฑ 616/8
ู…ู†ู‚ูˆู„.

Kajian Kitab Ushulul Iman "Muqoddimah"

๐Ÿ“๐Ÿ“œRubrik : Kajian Kitab

Pemateri:
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah

Kitab: Ushulul Iman

Karya:
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy
------------------------------------

MUQODDIMAH/PENDAHULUAN:

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑ ุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

ูˆ ุจู‡ ู†ุณุชุนูŠู†

Faidah dari Muqoddimah/Pendahuluan:

1. Penulis kitab ini adalah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab An-Najdy rahimahullah.

Sudah banyak dijelaskan tentang kefaqihan dan kesungguhan beliau dalam mendakwahkan ilmu ini, yaitu akidah dan tauhid.

2. Salah satu metode beliau dalam berdakwah adalah mengirim risalah atau surat dengan cakupan ilmu yang luas kepada para penguasa di sekitarnya yang ditulis dengan adab dan akhlak karimah.

3. Betapa pentingnya bagi kita untuk memberikan perhatian yang besar dalam masalah aqidah, khususnya pada zaman ini, karena begitu banyak penyimpangan yang terjadi dalam masalah ini.

4. Mempejari aqidah yang benar merupakan salah satu penyebab seseorang mendapatkan pertolongan Allah (nashrullah).

5. Bersungguh-sungguh dalam mempelajari kitab-kitab aqidah dapat menjadi sarana untuk menambah keimanan. Karena hal ini terkait dengan pokok-pokok keimanan sehingga melahirkan amalan shalih.

6. Pentingnya mempelajari aqidah dari para ulama ahlus sunnah wal jama'ah.

7. Asy-Syaikh memulainya dengan 'basmalah'.
( ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑ ุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… )

Yang mana hal ini merupakan kebiasaan para ulama salaf dalam menulis sebuah kitab karena  padanya terdapat beberapa faidah.

Pertama, hal ini mengikuti penulisan Al-Qur'an di mana awal dari penulisan Al-Qur'an adalah dengan 'basmalah'. Dan setiap awal surat dalam Al-Qur'an diawali dengan 'basmalah' kecuali satu surat saja yaitu surat At-Taubah.

Kedua, mengikuti Sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ketiga, mencocoki para nabi sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

8. Asy-Syaikh menyebutkan:
( ูˆุจู‡ ู†ุณุชุนูŠู† )
Ini merupakan sebuah contoh ketawadhu'an. Beliau menyadari bahwa beliau adalah makhluk yang memiliki banyak kekurangan sehingga sangat butuh terhadap pertolongan Allah terutama dalam penulisan kitab ini.

9. Dalam kitab 'USHULUL IMAN' ini terkandung dasar-dasar keimanan dalam perkara-perkara penting pada masalah keimanan.

10. Jika terjadi kesalahan dalam pondasi maka pemahaman selanjutnya akan salah.

11. Iman di sisi ahlus sunnah adalah keyakinan dengan hati, diucapkan dengan lisan, kemudian diamalkan dengan anggota badan, bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

12. Keimanan mempunyai cabang dan ranting berdasarkan hadits:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

“Iman itu memiliki 63-69 cabang atau (pada riwayat lain) 73-79 cabang. Yang paling utama adalah kalimat 'Laa ilaaha illallaah'. Dan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan duri dari jalan. Dan malu juga merupakan salah satu cabang iman.” (Ash-habus Sittah).

Hadist ini merupakan bantahan terhadap kelompok yang mengingkari adanya pokok iman dan cabangnya, seperti kelompok 'Al-Haddadiyyah.'

13. Mengenal Allah harus dengan apa yang Allah kabarkan tentang diri-Nya di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, bukan dari yang lainnya. Dan kandungannya datang dari Allah dan Rasul-Nya.

Pentranskrip:
Team Gores Pena SLN
(Artikel diatas telah dikoreksi Asatidzah di group SLN 1)

๐ŸŒŽ Salafy Lintas Negara ✈


๐Ÿ”‰๐Ÿ’ฟ Download Audio