5:29๐ฅ๐๐ Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
๐๐ฅ BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 1⃣ -- )
✏ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------
๐ฅ⛔ Pernyataan mereka bahwa di dalam perayaan Maulid Nabi tersebut terkandung nilai pengagungan terhadap Nabi --shallallahu 'alaihi wa sallam-.
▶ Jawaban terhadap hal ini (syubhat ini, pen) kita katakan:
Sikap pengagungan terhadap Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah dengan
▪ menaati beliau,
▪ menjalankan perintah beliau,
▪ menjauhi larangan beliau, dan
▪ mencintai beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam-.
๐ฅ❌ Pengagungan terhadap beliau bukanlah dengan amalan-amalan bid'ah, khurafat, dan kemaksiatan.
๐๐ฅ๐ Dan perayaan maulid (hari kelahiran, pen) masuk ke dalam bagian yang tercela ini, karena termasuk kemaksiatan.
๐ Manusia yang paling kuat sikap pengagungannya kepada Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- adalah para sahabat -radhiyallahu 'anhum-.
✅ Sebagaimana yang dikatakan oleh 'Urwah bin Mas'ud kepada kaum Quraisy:
"Wahai sekalian kaum! Demi Allah, aku pernah berjumpa dengan kisra, kaisar, dan juga raja-raja yang lainnya, akan tetapi aku tidak pernah melihat seorang raja diagungkan oleh para pengikutnya sebagaimana Muhammad -shallallahu 'alihi wa sallam- diagungkan oleh para sahabatnya. Demi Allah, mereka tidak berani mengangkat pandangan mereka ke arahnya sebagai bentuk pengagungan terhadap dirinya."
Bersamaan dengan kuatnya sikap pengagungan para sahabat yang seperti ini, mereka tidak pernah menjadikan hari kelahiran beliau sebagai hari 'id dan perayaan. Kalau seandainya hal itu disyariatkan, tentu mereka tidak akan meninggalkannya.
••••••••••••
๐ ๐๐ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~
Tampilkan postingan dengan label Majmu'ah Manhajul Anbiya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Majmu'ah Manhajul Anbiya. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Desember 2015
Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
๐ฅ๐๐ Bid'ahnya Perayaan Maulid Nabi
๐๐ฅ BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 2⃣ -- )
✏ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------
❄ Berdalih bahwasanya perayaan Maulid Nabi ini diamalkan oleh kebanyakan manusia di berbagai negeri.
๐ Jawaban dari syubhat ini, kita katakan:
Hujjah (yang bisa diterima, pen) adalah keterangan yang telah pasti datangnya dari Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-.
Keterangan yang telah pasti dari Rasul - shallallahu 'alaihi wa sallam - adalah LARANGAN terhadap amalan-amalan bid'ah secara umum, dan (amalan Maulid ini) termasuk salah satunya.
๐ Amalan manusia, jika menyelisihi dalil, maka bukanlah hujjah, walaupun banyak yang mengamalkannya.
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (al-An'am: 116)
☀ Senantiasa ada — segala puji hanya bagi Allah — pada setiap masa orang-orang yang mengingkari amalan bid'ah ini dan menjelaskan kebatilannya. Maka tidak ada lagi hujjah yang tersisa bagi mereka-mereka yang masih terus melakukan bid'ah ini setelah jelas kebenaran bagi mereka.
✏๐ Di antara para ulama yang mengingkari perayaan bid'ah ini
๐ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitab "Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim",
๐ al-Imam asy-Syathiby di kitab "al-I'thisham", Ibnu al-Hajj di "al-Madkhal",
๐ asy-Syaikh Tajuddin 'Ali bin 'Umar al-Lakhmy menulis pengingkaran beliau pada satu kitab tersendiri,
๐ asy-Syaikh Muhammad Basyir as-Sahsuwany al-Hindy di kitab beliau "Shiyanat al-Insan",
๐ asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh menulis sebuah risalah tersendiri pula,
๐ Samahatu asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz,
dan yang selain mereka dari para ulama yang tak henti-hentinya menulispertanyaan pengingkaran terhadap bid'ah ini setiap tahunnya di berbagai surat kabar dan majalah pada waktu dilakukannya perayaan bid'ah ini.
••••••••••••
๐ ๐๐ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐๐ฅ BANTAHAN Terhadap Mereka Yang Membolehkan Perayaan Maulid Nabi
( -- 2⃣ -- )
✏ Fadhilatu asy-Syaikh al-'Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah :
-----------------
❄ Berdalih bahwasanya perayaan Maulid Nabi ini diamalkan oleh kebanyakan manusia di berbagai negeri.
๐ Jawaban dari syubhat ini, kita katakan:
Hujjah (yang bisa diterima, pen) adalah keterangan yang telah pasti datangnya dari Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-.
Keterangan yang telah pasti dari Rasul - shallallahu 'alaihi wa sallam - adalah LARANGAN terhadap amalan-amalan bid'ah secara umum, dan (amalan Maulid ini) termasuk salah satunya.
๐ Amalan manusia, jika menyelisihi dalil, maka bukanlah hujjah, walaupun banyak yang mengamalkannya.
"Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah." (al-An'am: 116)
☀ Senantiasa ada — segala puji hanya bagi Allah — pada setiap masa orang-orang yang mengingkari amalan bid'ah ini dan menjelaskan kebatilannya. Maka tidak ada lagi hujjah yang tersisa bagi mereka-mereka yang masih terus melakukan bid'ah ini setelah jelas kebenaran bagi mereka.
✏๐ Di antara para ulama yang mengingkari perayaan bid'ah ini
๐ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah di dalam kitab "Iqtidha' ash-Shirath al-Mustaqim",
๐ al-Imam asy-Syathiby di kitab "al-I'thisham", Ibnu al-Hajj di "al-Madkhal",
๐ asy-Syaikh Tajuddin 'Ali bin 'Umar al-Lakhmy menulis pengingkaran beliau pada satu kitab tersendiri,
๐ asy-Syaikh Muhammad Basyir as-Sahsuwany al-Hindy di kitab beliau "Shiyanat al-Insan",
๐ asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh menulis sebuah risalah tersendiri pula,
๐ Samahatu asy-Syaikh 'Abdul 'Aziz bin Baz,
dan yang selain mereka dari para ulama yang tak henti-hentinya menulispertanyaan pengingkaran terhadap bid'ah ini setiap tahunnya di berbagai surat kabar dan majalah pada waktu dilakukannya perayaan bid'ah ini.
••••••••••••
๐ ๐๐ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka
๐๐ Larangan Memberikan UCAPAN SELAMAT kepada Orang-Orang Kafir atas Hari-Hari Raya Mereka
[ ๐๐❌ termasuk ucapan "Selamat Natal", atau "Selamat Tahun Baru", ( tahun baru masehi atau imlek, dll) ]
----------------------------------
๐ Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
⛔ "Adapun memberikan ucapan selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas syi'ar-syi'ar kufur yang menjadi kekhususan mereka maka hukumnya HARAM dengan kesepakatan (para 'ulama).
๐ฉ Ucapan selamat kepada mereka, (misalnya) dengan mengatakan, "Id (hari raya) kalian Mubarak", atau "Bergembiralah dengan hari raya ini." (Atau ungkapan-ungkapan lainnya yang kita dengar sekarang), maka kalaupun pengucapnya selamat dari kekufuran (kita berlindung kepada Allah darinya), namun perbuatan tersebut termasuk MUHARRAMAH (hal-hal yang diharamkan). Ucapan itu sama
kedudukannya dengan memberikannya ucapan selamat atas sujudnya orang kafir kepada salib.
๐๐ป Bahkan itu (ucapan selamat hari raya) LEBIH BERAT DOSAnya di sisi Allah, dan lebih besar kemurkaan Allah terhadapnya dibandingkan ucapan selamat kepada orang yang meminum khamr, membunuh jiwa, atau melanggar kemaluan yang haram (yakni zina), dan semisalnya …
❌Maka barangsiapa yang memberikan ucapan selamat kepada seorang hamba atas sebuah kemaksiatan, atau kebid'ahan, atau kekufuran, maka dia telah mengarahkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah Ta'ala
๐Sumber: Ahkam ahli adz-Dzimmmah
•••••••••••••••
๐ ๐๐ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
[ ๐๐❌ termasuk ucapan "Selamat Natal", atau "Selamat Tahun Baru", ( tahun baru masehi atau imlek, dll) ]
----------------------------------
๐ Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata,
⛔ "Adapun memberikan ucapan selamat kepada mereka (orang-orang kafir) atas syi'ar-syi'ar kufur yang menjadi kekhususan mereka maka hukumnya HARAM dengan kesepakatan (para 'ulama).
๐ฉ Ucapan selamat kepada mereka, (misalnya) dengan mengatakan, "Id (hari raya) kalian Mubarak", atau "Bergembiralah dengan hari raya ini." (Atau ungkapan-ungkapan lainnya yang kita dengar sekarang), maka kalaupun pengucapnya selamat dari kekufuran (kita berlindung kepada Allah darinya), namun perbuatan tersebut termasuk MUHARRAMAH (hal-hal yang diharamkan). Ucapan itu sama
kedudukannya dengan memberikannya ucapan selamat atas sujudnya orang kafir kepada salib.
๐๐ป Bahkan itu (ucapan selamat hari raya) LEBIH BERAT DOSAnya di sisi Allah, dan lebih besar kemurkaan Allah terhadapnya dibandingkan ucapan selamat kepada orang yang meminum khamr, membunuh jiwa, atau melanggar kemaluan yang haram (yakni zina), dan semisalnya …
❌Maka barangsiapa yang memberikan ucapan selamat kepada seorang hamba atas sebuah kemaksiatan, atau kebid'ahan, atau kekufuran, maka dia telah mengarahkan dirinya kepada kemurkaan dan kemarahan Allah Ta'ala
๐Sumber: Ahkam ahli adz-Dzimmmah
•••••••••••••••
๐ ๐๐ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
APABILA IMAM TIDAK MELAKUKAN "JALSAH ISTIRAHAH" (Duduk Istirahat), BAGAIMANA DENGAN MAKMUM?
๐๐ APABILA IMAM TIDAK MELAKUKAN "JALSAH ISTIRAHAH" (Duduk Istirahat), BAGAIMANA DENGAN MAKMUM?
๐ asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ฌ Pertanyaan:
"Jika imam tidak melakukan duduk istirahat (sebelum bangkit ke rakaat berikutnya), apakah disunnahkan bagi kita untuk duduk istirahat atau kita harus mengikuti imam?
๐ Jawab:
Dalam permasalahan ini, para ulama berbeda pendapat.
Ⓜ Pendapat yang paling dekat (kepada kebenaran) menurut saya adalah engkau TETAP MELAKUKAN DUDUK (istirahat), karena itu adalah duduk yang ringan sekali.
๐ผ Duduk istirahat itu ringan sekali, dan tidak akan memudharatkan dirimu insya Allah..
----------------------------------
๐ป sumber
http://ar.miraath.net/fatwah/10967
•••••••••••••••••••••••••••
๐ ๐๐ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
๐ฌ Pertanyaan:
"Jika imam tidak melakukan duduk istirahat (sebelum bangkit ke rakaat berikutnya), apakah disunnahkan bagi kita untuk duduk istirahat atau kita harus mengikuti imam?
๐ Jawab:
Dalam permasalahan ini, para ulama berbeda pendapat.
Ⓜ Pendapat yang paling dekat (kepada kebenaran) menurut saya adalah engkau TETAP MELAKUKAN DUDUK (istirahat), karena itu adalah duduk yang ringan sekali.
๐ผ Duduk istirahat itu ringan sekali, dan tidak akan memudharatkan dirimu insya Allah..
----------------------------------
๐ป sumber
http://ar.miraath.net/fatwah/10967
•••••••••••••••••••••••••••
๐ ๐๐ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANG DAKWAH SALAFIYYAH
⚠๐ฅ DUA JENIS PIHAK YANG MEMERANG DAKWAH SALAFIYYAH
---------------------
⛵ al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali -hafizhahullahu- berkata
๐ พ Ketahuilah, pihak-pihak yang memerangi Dakwah Salafiyyah itu ada dua jenis:
1⃣ Jenis (yang pertama) yaitu yang bersikap tamyi' (lembek) di dalam beragama.
๐๐ Maka engkau akan melihatnya berjalan/bergaul bersama
๐ฅ ahli khurafat,
๐ฅ ahlul bid'ah,
๐ฅ hizbiyyin,
๐ฅ orang-orang sekuleris, dan yang selain mereka.
๐๐จ Dan dia menginginkan agar engkau menutup mata/diam dari berbagai macam bid'ah dan kesesatan!
2⃣ Jenis yang lain (yang kedua) yaitu yang memiliki sikap tasyaddud (terlalu keras), ta'annut (berlebihan), dan tazammut (kaku).
๐❌ Mereka seluruhnya (kedua jenis di atas, pen) adalah PARA PENDUSTA,
⏩ tidak ada yang mereka inginkan kecuali MERUSAK Dakwah Salafiyyah dan para pembawanya.
Ⓜ✅ Maka wajib atas kalian untuk
๐น bersikap wasath (pertengahan) dan adil, serta
๐น bersungguh-sungguh di dalam menuntut ilmu,
๐ธ bersungguh-sungguh dan mati-matian di dalam menyebarkan dakwah ini dengan :
☀ penuh hikmah, nasihat yang baik, serta akhlak yang mulia.
๐ Sumber:
al-Lubab min Majmu' Nashaih wa Taujihat asy-Syaikh Rabi' li asy-Syabab, cet. Dar al-Imam Ahmad dan Dar al-Mirats an-Nabawy, hal. 133
•••••••••••••••••••
๐ ๐ Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
---------------------
⛵ al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali -hafizhahullahu- berkata
๐ พ Ketahuilah, pihak-pihak yang memerangi Dakwah Salafiyyah itu ada dua jenis:
1⃣ Jenis (yang pertama) yaitu yang bersikap tamyi' (lembek) di dalam beragama.
๐๐ Maka engkau akan melihatnya berjalan/bergaul bersama
๐ฅ ahli khurafat,
๐ฅ ahlul bid'ah,
๐ฅ hizbiyyin,
๐ฅ orang-orang sekuleris, dan yang selain mereka.
๐๐จ Dan dia menginginkan agar engkau menutup mata/diam dari berbagai macam bid'ah dan kesesatan!
2⃣ Jenis yang lain (yang kedua) yaitu yang memiliki sikap tasyaddud (terlalu keras), ta'annut (berlebihan), dan tazammut (kaku).
๐❌ Mereka seluruhnya (kedua jenis di atas, pen) adalah PARA PENDUSTA,
⏩ tidak ada yang mereka inginkan kecuali MERUSAK Dakwah Salafiyyah dan para pembawanya.
Ⓜ✅ Maka wajib atas kalian untuk
๐น bersikap wasath (pertengahan) dan adil, serta
๐น bersungguh-sungguh di dalam menuntut ilmu,
๐ธ bersungguh-sungguh dan mati-matian di dalam menyebarkan dakwah ini dengan :
☀ penuh hikmah, nasihat yang baik, serta akhlak yang mulia.
๐ Sumber:
al-Lubab min Majmu' Nashaih wa Taujihat asy-Syaikh Rabi' li asy-Syabab, cet. Dar al-Imam Ahmad dan Dar al-Mirats an-Nabawy, hal. 133
•••••••••••••••••••
๐ ๐ Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐ Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
~~~~~~~~~~~~~~
Pesan al-Imam asy-Syafi’i untuk kaum muslimin agar belajar BAHASA ARAB
๐๐๐ Pesan al-Imam asy-Syafi’i untuk kaum muslimin agar belajar BAHASA ARAB
ูุงู ุงูุดุงูุนู :
ุงููุณุงู ุงูุฐู ุงุฎุชุงุฑู ุงููู ุนุฒ ูุฌู ูุณุงู ุงูุนุฑุจ، ูุฃูุฒู ุจู ูุชุงุจู ุงูุนุฒูุฒ، ูุฌุนูู ูุณุงู ุฎุงุชู
ุฃูุจูุงุฆู ู
ุญู
ุฏ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
، ูููุฐุง ูููู: ููุจุบู ููู ุฃุญุฏ َููุฏِุฑُ ุนูู ุชุนูู
ุงูุนุฑุจูุฉ ุฃู ูุชุนูู
ูุง؛ ูุฃููุง ุงููุณุงู ุงูุฃََْููู
Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan,
“Bahasa yang dipilih oleh Allah 'Azza wa Jalla adalah BAHASA ‘ARAB. Maka Allah menurunkan Kitab-Nya yang mulia dengan bahasa ‘arab, dan Allah jadikan bahasa arab itu sebagai bahasa sang penutup para nabi, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Oleh karena itu kami katakan, ‘Bagi setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab, maka SEPANTASNYA bagi dia untuk BELAJAR BAHASA ARAB. Karena itu adalah BAHASA YANG PALING UTAMA.”
๐[ lihat “Iqtidha ash-Shirath al-Mustaqim 1/205 ]
••••••••••••••••
๐ ๐๐ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~
Langganan:
Postingan (Atom)